Palembang – Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama dalam operasional LRT Sumsel. Untuk memastikan perjalanan masyarakat senantiasa berlangsung aman, nyaman, dan andal, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) secara rutin melakukan perawatan dan pemeriksaan prasarana jalur LRT Sumsel.
Perawatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi jalur dan seluruh komponen pendukungnya tetap dalam kondisi optimal, sekaligus meminimalkan potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap keselamatan, kelancaran, dan ketepatan waktu perjalanan. Upaya ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang menjadikan LRT Sumsel sebagai salah satu pilihan transportasi publik di Sumatera Selatan.
Tercatat masyarakat menggunakan LRT Sumsel pada Tahun 2026 Hingga 24 September 2026, sebanyak 3.230.362 pelanggan, dengan rata-rata mencapai 12.144 pelanggan per hari. Tingginya jumlah pelanggan tersebut berjalan beriringan dengan komitmen KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS dalam memastikan kesiapan dan keandalan prasarana, termasuk jalur LRT Sumsel sepanjang total 44,6 kilometer pada lintasan hulu hingga hilir.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan bahwa keselamatan tidak hanya diwujudkan melalui penerapan prosedur operasional, tetapi juga melalui pemeliharaan prasarana secara konsisten dan berkelanjutan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap perjalanan LRT Sumsel. Karena itu, kondisi prasarana harus selalu dipastikan dalam keadaan optimal. Perawatan jalur kami lakukan secara rutin dan terukur sebagai langkah preventif, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, serta tepat waktu,” ujar Aida.
Perawatan Preventif untuk Menjaga Keselamatan dan Keandalan Jalur
Salah satu pekerjaan rutin yang dilakukan adalah pelumasan rel pada jalur lengkung tertentu, khususnya pada jalur dengan radius kurang dari 250 meter. Pelumasan ini dilakukan untuk membantu mengurangi tingkat keausan rel akibat interaksi antara roda kereta dan rel ketika rangkaian melintasi area lengkung.
Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan lori pelumasan rel lengkung yang telah dirancang khusus. Lori tersebut didorong secara manual oleh petugas sepanjang jalur dan secara bersamaan mengeluarkan cairan pelumas pada bagian rel yang telah ditentukan.
Perawatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan preventif untuk menjaga kondisi rel tetap optimal serta mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan rangkaian LRT Sumsel.
Selain pelumasan rel, pekerjaan perawatan juga mencakup pemeriksaan dan perbaikan kondisi jalur, penggantian komponen yang mengalami keausan atau kerusakan, normalisasi genangan air, serta pengencangan baut yang kendur. Seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan teknis di lapangan dengan mengacu pada standar serta prosedur keselamatan yang berlaku.
Aida menegaskan, setiap bagian dari prasarana menjadi perhatian dalam upaya menjaga keselamatan perjalanan.
“Kami tidak hanya melihat kondisi rel, tetapi juga seluruh komponen pendukung dan lingkungan jalur. Setiap temuan yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan keandalan perjalanan akan ditindaklanjuti sesuai standar dan prosedur yang berlaku. Prinsipnya, kondisi jalur harus dipastikan siap sebelum digunakan untuk operasional,” jelas Aida.
Perawatan Dilakukan Setelah Operasional Berakhir
Untuk menjaga agar pekerjaan pemeliharaan tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan, perawatan pada lintasan utama dilakukan pada malam hari setelah operasional LRT Sumsel berakhir.
Kegiatan perawatan berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB. Waktu tersebut dimanfaatkan oleh tim teknis untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan secara optimal dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas, keamanan pekerjaan, serta kesiapan jalur untuk digunakan kembali pada operasional berikutnya.
Selain perawatan pada malam hari, pemeriksaan jalur juga dilakukan secara rutin sebelum operasional dimulai. Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) menyusuri lintasan menggunakan kereta sweeping setiap pagi untuk memastikan kondisi jalur dalam keadaan prima dan siap mendukung perjalanan LRT Sumsel.
Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari sistem pengamanan operasional. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan, petugas akan melakukan tindak lanjut sesuai prosedur sebelum jalur dinyatakan siap digunakan.
Dengan jumlah pelanggan yang dilayani mencapai rata-rata lebih dari 12 ribu orang setiap hari, konsistensi dalam menjaga kondisi prasarana menjadi bagian penting dari tanggung jawab penyelenggaraan layanan transportasi publik.
Karena itu, pemeliharaan dilakukan secara terencana, rutin, dan berkelanjutan, baik melalui pemeriksaan jalur, perawatan komponen, maupun tindak lanjut terhadap temuan di lapangan.
Aida menyampaikan bahwa KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus memperkuat upaya pemeliharaan dan peningkatan kualitas layanan LRT Sumsel dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai landasan utama.
“Setiap perjalanan membawa masyarakat sampai ke tujuan dengan selamat adalah tanggung jawab yang harus kami jaga bersama. Karena itu, perawatan prasarana akan terus dilakukan secara konsisten. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menggunakan LRT Sumsel dengan rasa aman dan nyaman, didukung prasarana yang andal serta pelayanan yang terus kami tingkatkan,” tutup Aida.













