PALI – Semangat membesarkan Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai digelorakan. Pasca-Musyawarah Daerah (Musda) IV yang menetapkan H. Eftiyani, S.H., sebagai Ketua DPD Partai Golkar PALI periode 2025 hingga 2030, kepengurusan baru langsung mengambil langkah awal melalui rapat pleno perdana.
Rapat pleno tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal, menyatukan visi perjuangan, sekaligus membangun kembali kekuatan organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Kegiatan itu dihadiri Dewan Pertimbangan Golkar PALI, Drs. H. Soemarjono, jajaran pengurus, serta kader Partai Golkar dari berbagai tingkatan.
Dalam arahannya, Ketua DPD Golkar PALI, H. Eftiyani, S.H., menegaskan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 harus menjadi momentum perubahan dengan menghadirkan semangat, pola kerja, dan gerakan organisasi yang lebih aktif serta menyentuh seluruh lapisan kader.
Menurutnya, membesarkan partai tidak cukup hanya mengandalkan kepengurusan di tingkat kabupaten. Kekuatan sesungguhnya harus dibangun melalui kebersamaan dan keterlibatan seluruh struktur organisasi, mulai dari kecamatan hingga desa.
“Hari ini merupakan momentum bagi kita untuk bersama-sama seluruh jajaran kepengurusan periode 2025–2030, baik tingkat kecamatan maupun desa, untuk mengubah wajah Partai Golkar,” tegas Eftiyani.
Ia menekankan, soliditas dan dukungan seluruh kader merupakan modal utama dalam menjalankan roda organisasi. Karena itu, tidak boleh ada sekat di antara sesama kader. Seluruh elemen partai harus bergerak dalam satu barisan, satu visi, dan satu semangat perjuangan.
“Apalah artinya kami sebagai ketua tanpa dukungan kawan-kawan semua. Dukungan dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten sangat dibutuhkan untuk memajukan Partai Golkar di Kabupaten PALI,” ungkapnya.
Lebih jauh, Eftiyani mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas organisasi, tetapi mulai membangun kerja nyata melalui penguatan struktur, peningkatan komunikasi, serta kehadiran partai di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan organisasi sejak dini dalam menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029 dan kontestasi politik daerah pada 2031.
Dalam kesempatan tersebut, Eftiyani turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader serta pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan Musda IV. Ia bersyukur proses pergantian kepemimpinan berlangsung dalam suasana damai, penuh kebersamaan, dan tanpa gejolak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kami dipercaya menjadi Ketua DPD Golkar PALI periode 2025–2030. Alhamdulillah, Musda berjalan damai tanpa gejolak,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut dari pleno perdana, kepengurusan baru DPD Golkar PALI akan segera melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh dengan turun langsung ke seluruh kecamatan hingga desa.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat struktur kepengurusan, tetapi juga mengevaluasi program kerja, melihat efektivitas pelaksanaan kegiatan partai, serta menyerap berbagai masukan dari kader di tingkat bawah.
Selain konsolidasi organisasi, Eftiyani juga menaruh perhatian terhadap pembenahan administrasi dan tata kelola keuangan partai. Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang dengan sistem administrasi yang tertib, pengelolaan yang transparan, serta tanggung jawab bersama.
“Kita akan melakukan konsolidasi dan menertibkan administrasi serta keuangan partai. Hal-hal yang masih perlu dibenahi akan menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Rapat pleno kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana pertemuan berlangsung dinamis dengan berbagai masukan, gagasan, serta pandangan strategis yang disampaikan para pengurus dan kader demi memperkuat arah perjuangan organisasi ke depan.
Melalui pleno perdana ini, DPD Partai Golkar PALI menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih solid, terstruktur, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Bagi kepengurusan di bawah kepemimpinan H. Eftiyani, periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan, menggerakkan seluruh kekuatan kader, dan memastikan roda organisasi berjalan hingga ke akar rumput.
Dengan semangat kebersamaan, Golkar PALI bersiap bergerak lebih dekat dengan masyarakat. Satukan barisan, kuatkan perjuangan, dan terus berkarya untuk negeri.








