PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menegaskan tidak memberikan ruang bagi praktik suap, gratifikasi, maupun penyalahgunaan wewenang dalam proses penerimaan pekerja. Seluruh rekrutmen dilakukan berdasarkan kompetensi peserta tanpa pungutan biaya ataupun intervensi pihak tertentu.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan diperkuat melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2025.
Manager Humas KAI Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan perusahaan berupaya memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan bersih, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap pelamar.
“KAI berkomitmen menjaga seluruh proses bisnis, termasuk rekrutmen pekerja, dari praktik penyuapan, gratifikasi, dan penyalahgunaan wewenang. Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan kesempatan rekrutmen untuk memperoleh keuntungan pribadi,” tegas Aida.
Menurutnya, kelulusan calon pekerja sepenuhnya ditentukan oleh kompetensi, kemampuan, serta hasil evaluasi dalam setiap tahapan seleksi. Tidak ada jalur khusus maupun pembayaran yang dapat menjamin seseorang diterima bekerja di KAI.
Penegasan ini disampaikan di tengah masih ditemukannya berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Oknum tertentu menawarkan bantuan meloloskan seleksi, menjanjikan kelulusan, hingga meminta uang kepada calon pelamar.
Aida mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang, hadiah, bingkisan, atau bentuk pemberian lainnya kepada pihak yang mengaku dapat membantu proses penerimaan pekerja.
“Kesempatan untuk bergabung menjadi pekerja KAI hanya ditentukan oleh kompetensi, kemampuan, dan hasil evaluasi peserta dalam setiap tahapan seleksi resmi,” ujarnya.
Saat ini, rekrutmen eksternal KAI tahun 2026 untuk jenjang SLTA, D3, dan D4/S1 telah memasuki tahap wawancara. Tahapan berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan akhir sesuai jadwal dan ketentuan perusahaan.
KAI menerapkan sistem gugur dalam proses seleksi. Peserta hanya dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya jika dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil evaluasi resmi.
Seluruh informasi rekrutmen KAI Group hanya diumumkan melalui situs https://karier.kai.id/ dan email resmi admin e-Recruitment KAI yang dikirimkan ke alamat pelamar terdaftar.
Calon pelamar juga diminta mewaspadai pesan WhatsApp atau SMS yang menginformasikan kelulusan, akun media sosial palsu, serta situs tiruan yang menggunakan identitas perusahaan.
Apabila menemukan indikasi penipuan atau permintaan imbalan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Customer Service di stasiun, Contact Center 121 atau (021) 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, serta akun media sosial resmi KAI yang telah terverifikasi.
Aida mengajak masyarakat ikut menjaga integritas proses rekrutmen dengan tidak melayani permintaan pembayaran maupun mempercayai janji kelulusan dari pihak yang tidak berwenang.













