Direktur RSUD Talang Ubi, dr. Ronald Aprinaldi, mengatakan pihak manajemen sangat menyayangkan beredarnya video tersebut hingga menimbulkan persepsi di masyarakat seolah-olah petugas medis tidak memberikan pelayanan kepada pasien.
Berdasarkan kronologi dan penjelasan yang telah disampaikan Dokter Citra, pasien telah mendapatkan pemeriksaan, tindakan medis, pemberian obat, serta observasi selama berada di IGD.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi klarifikasi yang disampaikan dr. Citra. Beliau sudah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai dokter jaga IGD serta memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan kondisi medis dan hasil pemeriksaan saat itu,” ujar dr. Ronald Kamis (17/9/2026).
Ia menuturkan bahwa manajemen tidak ingin petugas medis yang telah menjalankan tugasnya justru menjadi pihak yang dirugikan akibat informasi yang tidak disampaikan secara utuh.
“Kami tentu sangat menyayangkan apabila karena miskomunikasi, kemudian dr. Citra dan petugas kami seolah-olah dianggap tidak mau melayani atau tidak mau merawat pasien. Itu yang perlu kami luruskan,” tegasnya.
Ia pun mengungkapkan , keputusan pasien untuk diperbolehkan pulang dilakukan setelah dokter melakukan pemeriksaan dan observasi. Pihak keluarga juga telah diberikan penjelasan mengenai kondisi pasien serta menyetujui untuk membawa pasien pulang.
Namun, ketika pasien hendak meninggalkan rumah sakit, kondisi kembali mengalami perubahan sehingga pasien kemudian mendapatkan penanganan kembali.
“Kami memahami kondisi keluarga yang mungkin panik dan khawatir terhadap keadaan pasien. Tetapi, jangan sampai karena miskomunikasi kemudian muncul informasi yang membuat masyarakat memiliki persepsi berbeda terhadap dokter dan rumah sakit,” katanya.
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan mudah memviralkan sesuatu sebelum mengetahui kebenarannya secara utuh. Kalau ada persoalan, silakan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit,” ucapnya.
Ia menambahkan, manajemen RSUD Talang Ubi akan tetap memberikan perlindungan dan dukungan kepada tenaga kesehatan yang menjalankan tugas sesuai prosedur serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berdiri bersama tenaga medis kami. Kami sangat menghargai apa yang sudah dilakukan dr. Citra dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Klarifikasi ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa persoalan yang terjadi bukan karena rumah sakit tidak mau merawat pasien, melainkan adanya miskomunikasi antara keluarga yang kemudian berkembang di media sosial, ” tutupnya.
Editor : Asri Firmansyah







