Palembang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat komitmen dalam mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api melalui pemeliharaan sarana secara berkala, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dan pembubutan roda kereta api (re-profiling). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi roda tetap sesuai standar teknis, sekaligus mendukung keselamatan, kenyamanan, dan keandalan operasional perjalanan kereta api.
Roda merupakan salah satu komponen vital pada sarana kereta api karena bersentuhan langsung dengan rel selama perjalanan. Seiring tingginya frekuensi operasional, gesekan antara roda dan rel dapat menyebabkan keausan, baik pada permukaan tapak maupun bagian flens roda. Apabila tidak ditangani sesuai standar, kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan perjalanan, hingga meningkatkan risiko gangguan keselamatan operasional.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KAI Divre III Palembang secara konsisten melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan roda di Depo Gerbong Simpang dan Depo Gerbong Muara Gula. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat ukur khusus (wheel profile gauge) guna memastikan tingkat keausan, diameter roda, serta kesesuaian profil roda terhadap standar teknis yang telah ditetapkan.
Pembubutan roda atau re-profiling memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya mengatasi keausan yang tidak merata pada permukaan tapak roda akibat bergesekan dengan rel.
Selain itu, pembubutan dilakukan untuk mengembalikan diameter roda dan ketebalan flens atau bibir roda agar sesuai standar teknis. Kondisi flens yang sesuai standar sangat penting untuk menjaga posisi roda tetap berada pada jalur rel sehingga stabilitas perjalanan kereta api tetap terjaga.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan profil roda telah mendekati batas toleransi keausan, roda tersebut akan dijadwalkan menjalani proses pembubutan dan dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.
Proses pembubutan didukung teknologi mesin khusus, salah satunya Underfloor Wheel Lathe Machine. Teknologi ini memungkinkan pembubutan roda dilakukan tanpa harus melepaskan roda dari badan kereta. Dengan demikian, proses pemeliharaan roda dapat berlangsung lebih efektif dan efisien, sekaligus mempertahankan ketelitian hasil pengerjaan sesuai persyaratan teknis.
Tidak hanya melalui pemeliharaan di depo, pengawasan kondisi sarana juga dilakukan secara berkesinambungan ketika kereta api berhenti di stasiun antara. Petugas melakukan pemeriksaan visual dan teknis terhadap sejumlah komponen penting lain untuk memastikan sarana tetap dalam kondisi aman selama perjalanan menuju stasiun berikutnya.
Petugas juga memeriksa sistem pengereman, termasuk kondisi dan ketebalan blok rem (brake shoe), serta memastikan tidak terdapat kebocoran udara pada sistem pengereman. Pada bagian bogie, pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi pegas, baut, dan komponen pengikat untuk memastikan seluruh struktur penopang roda tetap kokoh.
Aspek lainnya yang menjadi perhatian adalah kondisi bantalan poros roda (bearing/axle box) guna mendeteksi potensi panas berlebih atau overheating yang dapat berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa pemeliharaan roda dan pemeriksaan sarana di sepanjang perjalanan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sistem keselamatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
“Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana sebelum berangkat, tetapi juga melalui pemeriksaan dan pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten selama masa operasional. Setiap komponen, khususnya roda, sistem pengereman, dan bogie, harus dipastikan memenuhi standar teknis agar potensi gangguan dapat dideteksi dan diantisipasi sedini mungkin,” jelas Aida.
Ia menambahkan, ketelitian petugas dalam menjalankan prosedur pemeriksaan menjadi faktor penting untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung aman dan andal.
“Di balik perjalanan kereta api yang aman dan nyaman, terdapat tanggung jawab besar para petugas sarana yang bekerja memastikan setiap komponen berfungsi dengan baik. Kami terus memperkuat kedisiplinan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, serta pemanfaatan teknologi pemeliharaan sebagai bentuk tanggung jawab KAI kepada pelanggan dan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pemeliharaan sarana yang terencana, pemeriksaan berkala di depo, serta pengecekan teknis di stasiun antara, KAI Divre III Palembang terus berupaya menjaga keandalan operasional dan meminimalkan potensi gangguan teknis. Upaya tersebut merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan masyarakat.
“Bagi KAI, keselamatan bukan sekadar target operasional, melainkan tanggung jawab utama yang diwujudkan melalui ketelitian setiap pemeriksaan dan pemeliharaan sarana demi memastikan pelanggan sampai ke tujuan dengan selamat,”ucap Aida mengakhiri.













