Kenaikan paling mencolok terjadi pada Pertamax Turbo. Dari sebelumnya Rp13.100 per liter, harganya melonjak tajam menjadi Rp19.400 per liter. Di Sumatera Selatan, angka itu bahkan tembus Rp19.850 per liter.
Lonjakan serupa terjadi pada Dexlite. Dari Rp14.200 per liter, kini melesat ke Rp23.600 per liter, dan khusus Sumsel dijual Rp24.150 per liter. Pertamina Dex juga ikut naik, dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, dengan harga di Sumsel berada di kisaran Rp24.150 per liter.
Di tengah kenaikan tajam itu, Pertamax (RON 92) justru tidak berubah. Di Sumatera Selatan, harganya tetap di angka Rp12.600 per liter. Sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar juga masih bertahan di harga lama.
Namun, stabilnya harga BBM subsidi justru menyimpan potensi masalah baru. Selisih harga yang kian lebar berisiko mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi, yang bisa berujung pada kelangkaan di lapangan.
Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, Imam Mustakim, mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang dinilai tidak wajar, terutama pada Dexlite dan Pertamax Turbo.
“Kami akan bahas di Komisi IV. Memang ini kewenangan pusat, tapi secara pribadi saya sangat terkejut, apalagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, dampak kenaikan ini tidak bisa dianggap sepele. Sektor transportasi dan logistik berpotensi terdampak langsung, yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga barang dan jasa.
Kekhawatiran lain muncul dari potensi pergeseran konsumsi ke BBM subsidi.
“Kalau selisih harga terlalu jauh, masyarakat pasti beralih. Kalau stok subsidi aman tidak masalah, tapi kalau tidak, ini bisa jadi persoalan serius,” katanya.
Kenaikan ini juga sudah terasa hingga ke aktivitas pemerintahan. Imam menyebut biaya perjalanan dinas ikut membengkak drastis.
“Sekarang biaya BBM saja bisa tembus lebih dari satu juta untuk satu perjalanan dinas. Ini jelas memberatkan,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan kewenangan daerah, DPRD Sumsel hanya bisa menampung keluhan masyarakat dan mendorong pemerintah pusat untuk mengambil langkah.
“Kita tidak bisa menentukan harga. Peran kita sekarang adalah advokasi, menyampaikan aspirasi masyarakat ke pusat,” tegasnya. (rilis)













