PALEMBANG – Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan kereta api di Sumatera Selatan menjadi bukti bahwa moda transportasi ini kian dipercaya sebagai pilihan utama turis dalam menjelajahi daerah.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat sebanyak 380 wisman menggunakan layanan kereta api selama Triwulan I Tahun 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 368 penumpang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan tren ini menunjukkan kereta api semakin menjadi transportasi andalan wisatawan asing.
“Kereta api kini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan nyaman, aman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah keunggulan seperti layanan yang semakin baik, fasilitas yang memadai, serta akses ke berbagai destinasi wisata menjadi faktor utama meningkatnya minat wisatawan mancanegara menggunakan kereta api.
Dari total 380 wisman tersebut, sebanyak 65 orang tercatat menggunakan layanan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Sementara itu, Stasiun Kertapati menjadi titik keberangkatan favorit dengan jumlah 197 penumpang. Disusul Stasiun Lubuklinggau sebanyak 66 penumpang, Stasiun Lahat sebanyak 51 penumpang, Stasiun Prabumulih sebanyak 32 penumpang, serta Stasiun Muara Enim sebanyak 21 penumpang.
Menurut Aida, meningkatnya penggunaan kereta api oleh wisman tidak terlepas dari daya tarik Sumatera Selatan yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam, termasuk jejak kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
Selain memberikan pengalaman perjalanan yang unik, kereta api juga dinilai efisien untuk menjangkau berbagai daerah di Sumatera Selatan, sekaligus memungkinkan wisatawan menikmati lanskap secara langsung.
Peningkatan jumlah wisman ini turut berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Aktivitas wisata mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti transportasi lanjutan, perhotelan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
“Ini menjadi sinyal positif bahwa kereta api mampu berperan sebagai penggerak sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” tutup Aida. (rilis)










