PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengemas edukasi perkeretaapian dengan cara yang berbeda. Dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, KAI mengajak puluhan siswa sekolah dasar belajar tentang dunia kereta api melalui lomba mewarnai, dongeng, permainan interaktif, hingga pengenalan profesi di Stasiun Kertapati, Kamis (23/7).
Sebanyak 30 peserta mengikuti lomba mewarnai yang menjadi bagian dari Children’s Day Festival 2026. Namun, kegiatan tidak berhenti pada kompetisi. Anak-anak juga diajak memahami proses perjalanan menggunakan kereta api mulai dari membeli tiket, boarding, hingga aturan selama berada di stasiun.
Mereka diperkenalkan dengan berbagai profesi yang menopang operasional kereta api, seperti masinis, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Melalui sesi tersebut, peserta mengetahui bahwa keselamatan perjalanan kereta merupakan hasil kerja sama banyak pihak.
Nuansa belajar dibuat semakin menarik melalui penampilan pendongeng cilik Kampoeng Dongeng, Kak Haura Dzakiyah. Lewat cerita yang ringan, anak-anak diajak memahami pentingnya disiplin, menjaga lingkungan, serta tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel.
Permainan edukatif yang menguji pengetahuan tentang dunia perkeretaapian pun menjadi penutup rangkaian kegiatan. Peserta yang mampu menjawab berbagai pertanyaan memperoleh hadiah menarik dari KAI.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan pendekatan edukasi yang menyenangkan dipilih agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diingat anak-anak.
“Melalui Children’s Day Festival 2026 ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal berbagai profesi di PT KAI, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan transportasi kereta api dengan aman serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan di lingkungan perkeretaapian sejak usia dini,” katanya.
Selain mengenalkan profesi, KAI juga menyampaikan edukasi mengenai larangan bermain di jalur rel, bahaya melempar benda ke arah kereta api, serta pentingnya mematuhi aturan saat menggunakan transportasi publik.
Sebagai bentuk apresiasi, tiga pemenang lomba mewarnai memperoleh voucher tiket kereta api kelas eksekutif, piagam penghargaan, sertifikat, uang tunai, dan merchandise.













