PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang terus memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memasang 105 banner imbauan keselamatan di berbagai titik wilayah operasional Divre III Palembang.
Pemasangan banner tersebut menjadi bagian dari program optimalisasi keselamatan di perlintasan sebidang dan lingkungan jalur rel yang terus digencarkan KAI sepanjang 2026.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di area perkeretaapian.
“Dalam rangka mengoptimalisasi keselamatan di perlintasan sebidang dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre III Palembang secara konsisten melakukan berbagai kegiatan seperti sosialisasi keselamatan hingga pemasangan banner imbauan keselamatan,” ujar Aida.
Selain pemasangan banner, KAI Divre III Palembang juga telah melakukan 42 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dan 14 kali sosialisasi di sekolah maupun pondok pesantren yang berada dekat jalur rel kereta api.
Menurut Aida, edukasi kepada masyarakat sangat penting karena masih ditemukan aktivitas berbahaya di sekitar rel, seperti menerobos palang pintu, bermain di jalur rel hingga membuat perlintasan ilegal.
“Kecelakaan di perlintasan kerap menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi yang besar,” katanya.
Ia menjelaskan, kereta api memiliki bobot sangat berat dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga sulit berhenti mendadak ketika ada kendaraan atau masyarakat yang berada di jalur rel.
Karena itu, masyarakat diimbau selalu menerapkan prinsip BERTEMAN saat melintasi rel kereta api, yakni Berhenti, Tengok kanan dan kiri, Aman dan Jalan.
KAI Divre III Palembang juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan liar yang telah ditutup maupun membuat akses baru secara mandiri di jalur rel.
Selain edukasi, KAI Divre III Palembang turut melakukan penutupan dan penyempitan tujuh perlintasan sebidang yang dinilai berbahaya di sejumlah wilayah operasional.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga keselamatan di lingkungan perkeretaapian,” tutup Aida. (rilis)













