PALEMBANG – Tiket kereta api untuk arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Selatan nyaris habis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang kini mengarahkan calon penumpang memanfaatkan opsi tiket parsial sebagai solusi di tengah tingginya permintaan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan hingga pertengahan masa angkutan Lebaran, penjualan tiket telah mencapai 97.089 lembar.
“Angka ini menunjukkan minat masyarakat menggunakan kereta api sangat tinggi,” ujarnya.
Dari total tersebut, tiket untuk dua kereta api bersubsidi (PSO), yakni KA Bukit Serelo dan KA Rajabasa, sudah habis terjual 100 persen untuk keberangkatan dari stasiun awal hingga tujuan akhir.
Kondisi ini membuat ruang gerak pemudik semakin terbatas. Namun KAI menawarkan alternatif melalui sistem tiket parsial—skema perjalanan tidak sampai stasiun akhir.
Dengan cara ini, satu kursi bisa digunakan lebih dari satu penumpang dalam satu perjalanan berbeda segmen.
“Ini solusi agar masyarakat tetap bisa bepergian meski tiket tujuan penuh sudah habis,” jelas Aida.
Sementara itu, satu-satunya layanan yang masih memiliki ketersediaan relatif longgar adalah KA Sindang Marga. Untuk periode 20–23 Maret, kursi tersisa sekitar 25 persen, dan periode 25 Maret hingga 1 April sekitar 30 persen.
Di sisi lain, lonjakan penumpang juga mulai terlihat. Dalam empat hari awal masa angkutan Lebaran, sebanyak 14.335 orang tercatat telah menggunakan layanan kereta api di Divre III Palembang.
KAI menilai tren ini akan terus meningkat hingga puncak arus mudik dalam beberapa hari ke depan.
Menghadapi kondisi tersebut, KAI mengingatkan calon penumpang untuk lebih fleksibel dalam memilih jadwal dan rute perjalanan, termasuk mempertimbangkan tiket parsial atau keberangkatan di luar tanggal favorit.
Selain itu, penumpang diminta datang lebih awal ke stasiun dan memastikan kelengkapan identitas untuk menghindari hambatan saat boarding.
“Kami mendorong masyarakat memanfaatkan semua opsi yang tersedia agar tetap bisa mudik dengan aman dan nyaman,” tegas Aida. (rilis)













