PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang tak main-main soal keselamatan. Sebanyak 3.222 pegawai diwajibkan menjalani Medical Check Up (MCU) rutin sebagai langkah tegas menjaga kualitas sumber daya manusia dan keandalan operasional.
Kebijakan ini menyasar seluruh pegawai tetap di wilayah kerja Divre III, dari Kertapati hingga Lubuklinggau. MCU digelar setahun sekali sebagai standar perusahaan, bukan sekadar formalitas.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan pegawai adalah aset utama yang menentukan wajah layanan perusahaan.
“Pegawai bukan sekadar biaya operasional, tetapi aset strategis yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan kualitas layanan,” tegasnya.
MCU menjadi alat deteksi dini. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung bisa diidentifikasi sebelum berkembang menjadi ancaman serius. Langkah ini sekaligus menekan potensi gangguan operasional akibat faktor kesehatan.
Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga menjadi bagian penting dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Perusahaan memastikan setiap pegawai benar-benar fit untuk menjalankan tugas, terutama yang bersentuhan langsung dengan keselamatan perjalanan.
Dari total pegawai, 1.028 orang atau sekitar 32 persen merupakan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) seperti masinis, kondektur, Polsuska, hingga teknisi. Kelompok ini berada di garis depan operasional dan wajib memenuhi standar kesehatan tertinggi.
Pengawasan terhadap ASP bahkan lebih ketat. Sebelum berdinas, mereka harus lolos pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, hingga tes alkohol dan narkoba. Jika tidak memenuhi syarat, langsung dinonaktifkan dari tugas.
“Ini komitmen kami. Tidak ada kompromi untuk keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Aida. (rilis)










