PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menggelar Apel Gelar Pasukan Posko Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026 di halaman Stasiun Besar Kertapati, Jumat (13/3/2026).
Apel tersebut menandai dimulainya posko Angkutan Lebaran KAI yang disiapkan untuk memastikan kelancaran operasional kereta api serta pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik.
Executive Vice President KAI Divre III Palembang, Januri mengatakan, seluruh jajaran KAI Divre III Palembang disiagakan untuk mendukung operasional perjalanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran.
“Melalui posko ini kami memastikan operasional kereta api dan pelayanan kepada penumpang, baik di stasiun maupun di atas kereta, berjalan selamat, aman, lancar dan terkendali,” kata Januri.
KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Sementara masa posko berlangsung 18 hari, yakni 13 hingga 30 Maret 2026.
Menurut Januri, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memberikan pelayanan optimal kepada penumpang, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sarana hingga prasarana.
Seluruh petugas operasional seperti masinis, asisten masinis dan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) telah menjalani sertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Sementara petugas pelayanan seperti kondektur, Polsuska, prama dan prami, petugas loket serta customer service dipastikan siap melayani pelanggan.
“SDM perkeretaapian menjadi aspek terpenting dalam operasional kereta api. Karena itu kami menyiapkan SDM yang andal dan kompeten untuk melayani pelanggan selama Angkutan Lebaran,” ujarnya.
Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre III Palembang menambah petugas prasarana di luar tenaga reguler. Terdiri dari 138 Petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, 38 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra dan 33 Petugas Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus).
Selain itu, KAI juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) berupa batu balast, bantalan rel, rel cadangan serta pasir di 25 titik lintas Kertapati hingga Lubuk Linggau.
Dari sisi keamanan, KAI Divre III Palembang menerjunkan 415 personel pengamanan gabungan. Rinciannya 65 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 322 tenaga security, tujuh Babin Polsuska, 22 personel TNI/Polri, 20 petugas PAM Swakarsa serta sembilan personel tambahan bantuan keamanan.
Petugas tersebut disiagakan untuk pengamanan di atas kereta, area stasiun hingga patroli di jalur rawan tindak kejahatan.
KAI Divre III Palembang juga melakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan sarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk memastikan lokomotif dan kereta siap beroperasi.
Pada Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Palembang menyiapkan 65 unit lokomotif yang terdiri dari tujuh lokomotif CC 201, 30 lokomotif CC 204 dan 28 lokomotif CC 206, serta 44 kereta penumpang.
Dari sisi layanan, KAI juga menambah tenaga kebersihan di stasiun dan kereta. Selain itu, disediakan fasilitas drinking water station di Stasiun Kertapati untuk mendukung penggunaan botol minum ulang serta mengurangi sampah plastik.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Palembang menyediakan total 65.560 tempat duduk atau rata-rata 2.980 kursi per hari untuk tiga perjalanan kereta.
Tiga kereta yang beroperasi yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau, KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang dan KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau.
Hingga Kamis (12/3/2026), penjualan tiket tercatat mencapai 91.628 tiket. Rinciannya 65.615 tiket untuk perjalanan KA Bukit Serelo, KA Sindang Marga dan KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang, serta 25.653 tiket untuk KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati.
Januri menjelaskan, tingginya angka penjualan dipengaruhi pembelian tiket parsial, sehingga satu kursi dapat digunakan lebih dari satu penumpang dengan tujuan berbeda.
Sementara puncak pemesanan tiket terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran atau 18 dan 19 Maret 2026 dengan tingkat okupansi mencapai 117 persen.
“KAI Divre III Palembang berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan inovasi dengan tetap mengutamakan keselamatan untuk mewujudkan perjalanan mudik yang tenang dan menyenangkan,” kata Januri. (rilis)














