Palembang – LRT Sumsel kembali menjadi pilihan masyarakat dalam mendukung mobilitas selama momentum libur Hari Raya Idul Adha 1447 H. Selama dua hari masa libur, yakni Rabu (27/5) hingga Kamis (28/5), sebanyak 19.677 masyarakat memanfaatkan layanan LRT Sumsel untuk beraktivitas di berbagai wilayah Kota Palembang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana LRT Sumsel mengangkut sebanyak 19.265 penumpang.
“Peningkatan jumlah pengguna LRT Sumsel pada masa libur Idul Adha ini menunjukkan bahwa masyarakat memilih menggunakan transportasi publik sebagai pilihan dalam bepergian bersama keluarga maupun kerabat,” ujar Aida.
Aida menjelaskan, mayoritas masyarakat memanfaatkan LRT Sumsel untuk bersilaturahmi ke rumah kerabat, menikmati momen libur panjang dengan mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan dan lokasi strategis lainnya.
Berdasarkan data selama dua hari libur Hari Raya Idul Adha 1447 H, Stasiun Asrama Haji masih menjadi stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi sebanyak 4.307 penumpang. Selanjutnya disusul Stasiun DJKA sebanyak 3.334 penumpang, Stasiun Ampera sebanyak 3.030 penumpang, Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 2.521 penumpang, serta Stasiun Bandara sebanyak 1.367 penumpang.
Dengan tarif yang terjangkau maksimal Rp10.000 untuk satu kali perjalanan, masyarakat dinilai semakin memilih menggunakan LRT Sumsel dibandingkan kendaraan pribadi. Selain lebih praktis dan nyaman, penggunaan LRT Sumsel juga memberikan kemudahan akses menuju berbagai titik strategis di Kota Palembang.
“LRT Sumsel hadir sebagai moda transportasi modern yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu menjadi solusi mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas selama masa libur panjang,” tambah Aida.
Selain kemudahan akses menggunakan LRT, masyarakat juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan feeder LRT Sumsel yang terintegrasi dan dapat dinikmati secara gratis. Layanan feeder tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Adapun rute layanan feeder LRT Sumsel meliputi:
– Koridor 1: Stasiun LRT Asrama Haji – Talang Betutu
– Koridor 2: Stasiun LRT Polresta – Komplek Perumahan Ogan Permata Indah (OPI)
– Koridor 3: Stasiun LRT DJKA – Tegal Binangun
– Koridor 4: Stasiun LRT RSUD Provinsi Siti Fatimah – Sukawinatan
– Koridor 5: Stasiun LRT Bumi Sriwijaya – Stadion Kamboja
– Koridor 6: Stasiun LRT RSUD Siti Fatimah – Sukawinatan melalui berbagai titik prioritas
– Koridor 7: Stasiun LRT Bumi Sriwijaya – Stadion Kamboja/Bukit Siguntang
– Koridor 8: Stasiun LRT Asrama Haji – Talang Jambe
Dengan adanya layanan feeder tersebut, masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat dalam menjangkau moda transportasi utama. Integrasi layanan ini juga menjadikan mobilitas masyarakat lebih praktis, hemat biaya, serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Palembang.
Aida menambahkan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini menjadi indikator positif atas meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan angkutan umum yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
“KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah daerah dalam mendorong sektor pariwisata dan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum,” ungkap Aida.
Penggunaan transportasi publik seperti LRT Sumsel juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung konsep go green melalui pengurangan emisi karbon, penghematan energi, serta mengurangi tingkat kemacetan di perkotaan sebagai bagian dari upaya menuju Net Zero Emission.
“Melalui penggunaan transportasi publik, masyarakat turut berkontribusi menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Aida.













