Genjot Pendapatan Asli Daerah, Bapenda Balek Dusun Untuk Jemput Bola 

PALI – Dalam upaya memperkuat pendapatan daerah yang nantinya dialokasikan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (Bapenda) terus melakukan langkah-langkah strategis dalam menggali potensi sumber pendapatan. Kepala Bapenda Kabupaten PALI, Dr. Aryansyah, ST, MT, menyatakan bahwa upaya ini difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu sektor pajak, sektor retribusi, dan sektor pendapatan lain-lain.

“Kami terus mengintensifkan pengelolaan dari ketiga sektor tersebut. Di sektor pajak, kami mengoptimalkan penerimaan dari berbagai jenis pajak seperti pajak parkir, pajak listrik, hingga pajak bangunan dan gedung. Sementara untuk sektor retribusi, kami memaksimalkan potensi dari retribusi persampahan, retribusi tempat parkir, hingga retribusi atas penggunaan sarana pariwisata dan akomodasi seperti hotel,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk sektor pendapatan lain-lain, pemerintah daerah mendapatkan kontribusi antara lain dari bagi hasil dan dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Tahun ini, kami memperkirakan akan menerima sekitar 2,5 miliar rupiah dari partisipasi dan keuntungan yang dihasilkan oleh BUMD yang bergerak di berbagai bidang usaha,” tambahnya.

 

Salah satu terobosan yang mendapatkan apresiasi tinggi dan menjadi andalan adalah program Bapenda Balik Dusun. Program ini dirancang untuk mengatasi kendala yang sering dihadapi masyarakat, di mana banyak warga yang kesulitan membayar kewajiban perpajakan karena jarak tempuh yang jauh ke kantor pelayanan. Melalui program ini, petugas Bapenda langsung mendatangi tempat tinggal warga untuk memberikan kemudahan layanan, mulai dari informasi, pendaftaran, hingga proses pembayaran.

 

“Sebelumnya, banyak warga yang enggan atau terlambat membayar pajak karena harus menempuh jarak yang cukup jauh ke kantor Samsat atau Bapenda. Melalui program ini, kami yang mendatangi mereka. Hasilnya, tingkat kepatuhan dan ketepatan waktu pembayaran semakin meningkat. Bahkan, program ini berhasil meraih juara nasional dan juara dua di tingkat Provinsi Sumatera Selatan,” ungkapnya dengan bangga.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dan verifikasi berkelanjutan untuk memastikan potensi pendapatan dapat tergali sepenuhnya. Sebagai contoh, ia menyoroti penerimaan pajak listrik yang dalam tiga tahun terakhir tercatat stabil di angka sekitar 10 miliar rupiah per tahun. Padahal, seharusnya terjadi peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, rumah tangga, usaha, dan industri di daerah tersebut.

“Kami menyadari bahwa angka tersebut belum mencerminkan potensi yang sebenarnya. Oleh karena itu, kami melakukan proses pengecekan ulang atau cross check terhadap perhitungan yang disampaikan oleh pihak terkait, seperti dalam hal ini PT PLN. Jika perhitungan yang kami lakukan sesuai, maka pembayaran dapat dilanjutkan. Namun jika terdapat perbedaan, kami akan melakukan perbaikan bersama. Hal ini juga kami terapkan pada pajak bangunan dan gedung, yang sebelumnya dikenal dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kami lebih memfokuskan penggalian potensi ini pada sektor usaha dan industri, bukan pada masyarakat umum,” jelasnya.

Salah satu keberhasilan signifikan yang dicapai adalah keberhasilan mendapatkan bagian dari pajak atas kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT Pertamina di wilayah PALI, yang sebelumnya belum dapat diterima. “Kami berhasil membuktikan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan inti perusahaan, sehingga menjadi bagian dari potensi pendapatan daerah yang harus kami dapatkan,” katanya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Dr. Ardansyah menyampaikan bahwa hingga bulan April 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai senilai 45 miliar rupiah. Pihaknya menargetkan agar hingga akhir tahun 2026, jumlah tersebut dapat naik menjadi minimal senilai 55 miliar rupiah.

“Peningkatan PAD ini bukan sekadar angka, tetapi akan kami salurkan langsung untuk mendukung berbagai program pembangunan dan perekonomian masyarakat. Kami akan terus berinovasi dan bekerja keras agar seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Kabupaten PALI dan kesejahteraan seluruh warganya,” tutupnya.

Editor : Asri Firmansyah

News Feed