PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar rapat koordinasi evaluasi dan sinkronisasi program unggulan daerah tahun 2026 serta rencana pelaksanaan program tahun 2027. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab PALI, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati PALI, Senin (26/10/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati PALI, Asgianto, S.T., didampingi Sekda Kartika Yanti, S.H., M.H.,serta jajaran terkait, sebagai upaya mengevaluasi capaian program pembangunan yang sedang berjalan sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan untuk tahun mendatang.
Dalam arahannya, Bupati Asgianto menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan kesinambungan pembangunan berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran.
Ia meminta seluruh perangkat daerah mengesampingkan ego sektoral serta memastikan setiap program memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sinergi dan koordinasi antar-OPD adalah kunci utama. Kita harus memastikan kesinambungan pembangunan daerah berjalan secara efektif, terarah, dan yang paling penting adalah tepat sasaran. Saya minta runtuhkan ego sektoral. Setiap program harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat PALI,” tegas Asgianto.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin dinamis. Oleh karena itu, seluruh jajaran birokrasi dituntut bekerja lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Adapun 13 program unggulan Bupati PALI yang menjadi fokus evaluasi dan sinkronisasi meliputi PALI Sehat Bersama, Kerja Keras Bebas Cemas, Kreatif Bersama PALI, PALI Terdidik, PALI Bebas Buta Baca Al-Qur’an, PALI Berkarya Mandiri, One Village One Product, Satu Desa Satu Penyuluh, Desa Maju dan Sehat, Desa Maju dan Modern, PALI Terang Bahagia, PALI Bersinergi, serta PALI Rukun Bersama.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) PALI, Hj. Rina Anggraini, S.T., M.T., menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap program unggulan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PALI tahun 2025–2029.
Menurutnya, tahun 2026 telah memasuki triwulan IV sehingga pelaksanaan program yang tersisa harus segera dievaluasi. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan tahun 2027.
“Bupati dan Sekda intinya menyampaikan bahwa tahun 2026 ini sudah segera berakhir. Kita sudah memasuki triwulan IV dan tahun 2027 juga akan segera kita songsong. Untuk itu, seluruh perangkat daerah diharapkan melaksanakan program dan kegiatan pada dinas teknis masing-masing sesuai dengan prioritas,” ujar Rina.
Ia menambahkan, sasaran program perlu dipertajam agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional, provinsi, dan daerah. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi capaian yang telah terealisasi sekaligus memetakan berbagai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar menjadi beberapa bidang yang membutuhkan perhatian lebih dalam pelaksanaan program unggulan ke depan.
Khusus sektor pendidikan, salah satu fokus yang disoroti adalah pemenuhan fasilitas bagi peserta didik. Rina menyebutkan bahwa intervensi terhadap kebutuhan fasilitas anak sekolah masih perlu ditingkatkan dan ditargetkan dapat dituntaskan pada 2027.
“Untuk program pendidikan, penyediaan fasilitas bagi anak-anak kita masih menjadi pekerjaan rumah. Pak Bupati meminta agar pada tahun 2027 bisa dituntaskan. Kebutuhan seperti seragam akan diintervensi melalui Dinas Pendidikan, sedangkan dukungan peralatan dan kebutuhan lainnya akan diupayakan melalui dukungan perusahaan, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR,” jelasnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian penting dalam perencanaan pembangunan Kabupaten PALI.
Rina menjelaskan, penyediaan air bersih merupakan bagian dari intervensi program Desa Maju dan Sehat maupun Desa Maju dan Modern, sekaligus menjadi salah satu komitmen pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten PALI.
Pemerintah daerah menargetkan persoalan infrastruktur dasar air bersih dapat diselesaikan secara bertahap pada 2027–2028, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang layak dapat terpenuhi.
“Untuk air bersih juga sudah kami angkat dalam rapat. Ini merupakan salah satu intervensi dalam program Desa Maju dan Sehat maupun Desa Maju dan Modern. Infrastruktur dasar air bersih menjadi perhatian kami dan merupakan janji yang tertuang dalam RPJMD. Kami berfokus agar persoalan air bersih ini pada 2027–2028 dapat dituntaskan,” tutup Rina.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab PALI berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat komitmen, menyelaraskan program kerja, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, 13 program unggulan daerah tidak hanya menjadi perencanaan di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan melalui program yang terukur dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten PALI.














