Insinyur Air Alumni Unsri Bersertifikasi Lengkap, Teddy Andrian Siap Benahi PDAM Tirta Musi

PALEMBANG – Panitia Seleksi Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang menetapkan Teddy Andrian sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang.

Penetapan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 05/PANSELDIRUT-PTM/IV/2026, yang ditandatangani oleh Ketua Pansel Isnaini Madani. Pengumuman ini, juga didasarkan pada Surat Wali Kota Kota Palembang tertanggal 2 April 2026.

Keputusan ini merupakan hasil akhir dari rangkaian proses seleksi jabatan pimpinan perusahaan daerah yang mengelola layanan air bersih bagi masyarakat di Kota Palembang.

Rekam Jejak Teknis dan Manajerial Kuat

Teddy Andrian bukan sosok baru dalam dunia teknik dan pengelolaan infrastruktur. Pria kelahiran Palembang, 15 Agustus 1978 ini memiliki pengalaman panjang di bidang teknik sipil, konstruksi, serta manajemen air minum.

Ia merupakan lulusan Teknik Sipil dari Universitas Sriwijaya pada tahun 2001. Pada 2022, Teddy menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Lampung. Saat ini, ia juga tengah menempuh pendidikan Magister Manajemen di STIE APRIN.

Selain pendidikan formal, Teddy memiliki sejumlah sertifikasi profesional di bidang pengelolaan air minum. Sepanjang 2025, ia meraih sertifikasi Ahli Manajemen Air Minum dari tingkat muda hingga utama yang diselenggarakan oleh Yayasan Tirta Dharma Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).

Ia juga menyandang gelar Insinyur Profesional Madya (IPM) dari Persatuan Insinyur Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Teddy pernah menduduki berbagai posisi strategis di sektor konstruksi dan konsultan teknik. Pengalaman teknisnya mencakup berbagai pekerjaan di bidang teknik jalan, geoteknik, hingga pengelolaan sumber daya air. Keahlian tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan air minum.

Selain aktif di dunia profesional, Teddy juga terlibat dalam sejumlah organisasi profesi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Rekayasa dan Konstruksi Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Banyuasin.

Ia juga berperan sebagai asesor di Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM). Di bidang sosial keagamaan, Teddy dipercaya sebagai Koordinator Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Masjid Al-Munawaroh di kawasan Maskarebet.

Tantangan Besar: Persoalan Air Bersih Masih Jadi PR

Di sisi lain, persoalan air bersih di Kota Palembang hingga kini masih menjadi perhatian serius masyarakat.
Keluhan yang muncul antara lain kualitas air yang keruh serta jangkauan distribusi yang belum merata di sejumlah wilayah.

Pada Juni 2025 lalu, gangguan distribusi air sempat terjadi dan berdampak terhadap sekitar 92 ribu pelanggan akibat kebocoran pipa. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh usia jaringan pipa yang telah menua.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Kecamatan Kalidoni, Sako, dan Sematang Borang masih menghadapi keterbatasan jaringan pipa, sehingga sebagian masyarakat belum menikmati layanan air bersih secara optimal.

Direktur Pusat Studi Kebijakan dan Politik (PSKP), Ade Indra Chaniago, menilai bahwa kepemimpinan baru di PDAM Tirta Musi diharapkan mampu menghadirkan terobosan nyata dalam menyelesaikan persoalan mendasar yang selama ini terjadi.

“Persoalan klasik kita adalah kualitas air. Sebagian masyarakat masih menerima air yang keruh, sementara di wilayah lain air sudah jernih dan mengalir 24 jam. Ini harus segera mendapat solusi dari manajemen yang baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah nyata di lapangan sangat dibutuhkan untuk memetakan persoalan jaringan serta mempercepat pembenahan infrastruktur yang sudah tua.

Di sisi lain, warga Sematang Borang, Faisal Wibowo, berharap layanan air bersih dapat semakin baik ke depan.

“Sampai sekarang, air kadang hanya mengalir 4 sampai 5 jam sehari. Harapan kami air bisa mengalir 24 jam,” ungkapnya. (rilis)