PALEMBANG – Dalam upaya meningkatkan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus mengoptimalkan kualitas infrastruktur jalur melalui program penangan penyambungan dengan pengelasan rel secara menyeluruh di wilayah operasionalnya.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa pengelasan rel memiliki peran krusial dalam menciptakan sistem perkeretaapian yang andal, tahan lama, dan efisien. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat serta tuntutan terhadap layanan transportasi yang aman dan tepat waktu, penguatan jalur melalui teknologi pengelasan menjadi langkah strategis yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan maupun pemeliharaan rel.
“Pengelasan rel bertujuan untuk menyambungkan batang rel secara permanen sehingga membentuk jalur tanpa sambungan atau continuous welded rail. Dengan metode ini, perjalanan kereta menjadi lebih stabil, aman, dan nyaman bagi pelanggan,” ujar Aida.
Lebih lanjut disampaikan, pengelasan rel memberikan berbagai manfaat signifikan, antara lain menciptakan jalur yang lebih mulus tanpa sambungan mekanis, mengurangi getaran dan kebisingan saat kereta melintas, serta menekan potensi kerusakan akibat celah antar rel.
Tidak hanya itu, pengelasan juga berfungsi untuk menyambungkan rel menjadi lintasan yang lebih panjang dan berkelanjutan, sekaligus memperbaiki bagian rel yang mengalami keausan atau kerusakan guna memperpanjang masa pakainya.
Dengan total panjang lintasan mencapai 490.850 (M’sp) di wilayah Divre III Palembang, pada tahun 2026 terdapat 4.401 titik yang menjadi fokus pekerjaan pengelasan. Program ini seiring dengan penggantian rel tipe R54 baru sepanjang 116.600 meter sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas jalur.
“Hingga Triwulan I tahun 2026, progres pekerjaan pengelasan telah mencapai 30 persen dari target yang telah ditetapkan. Program ini tidak hanya bertujuan mengganti rel lama yang telah mengalami penurunan kualitas, tetapi juga untuk mencegah gangguan operasional serta mendukung peningkatan kecepatan dan frekuensi perjalanan kereta api,” tambah Aida.
Keberhasilan pekerjaan pengelasan rel juga sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia yang terlibat. Petugas pengelasan dituntut memiliki keterampilan teknis yang tinggi, pemahaman mendalam terkait metalurgi dan ekspansi termal, kondisi fisik yang prima untuk bekerja di lapangan, serta dilengkapi dengan sertifikasi yang sesuai standar keselamatan kerja.
“Melalui optimalisasi pengelasan rel ini, KAI Divre III Palembang berharap dapat menghadirkan sistem perkeretaapian yang lebih unggul dibandingkan metode sambungan baut konvensional, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam memberikan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat,”tutup Aida. (rilis)









