Sekretaris Golkar Sumsel dari Kalangan Muda, Ade Indra Chaniago: Jangan Sampai Usia Muda Tak Berikan Makna

PALEMBANG —Kemas Umar Jaya Negara yang akrab dipanggil Dede Umar dipercaya menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) setelah dua hari lalu Surat Keputusan (SK) ditandatangani Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar mendapat respon dari pengamat politik Sumatera Selatan.

Pengamat politik Sumatera Selatan (Sumsel), Ade Indra Chaniago, Senin (31/8/2026), menilai jabatan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel merupakan posisi yang sangat strategis. Karena itu, figur yang menduduki posisi tersebut dituntut mampu membangun komunikasi dan menjaga keseimbangan di internal partai.

Menurut Ade, jika posisi strategis tersebut diisi oleh figur yang masih muda, hal itu menjadi sebuah harapan sekaligus tantangan bagi Partai Golkar Sumsel. Energi dan kreativitas anak muda dinilai dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi perkembangan politik yang semakin dinamis.

“Ada dua ruang yang harus dirawat dan dirangkul. Pertama, jangan sampai terjadi gap dengan kalangan senior. Mereka harus tetap diberdayakan dan diberikan ruang dalam perjalanan organisasi,” ujar Ade yang masih mengambil gelar Doktor Ilmu Komunikasi Politik di Universitas Indonesia.

Menurutnya, keberadaan para senior di tubuh partai merupakan kekuatan penting karena memiliki pengalaman, jaringan serta pemahaman terhadap dinamika politik yang tidak dimiliki oleh semua kader muda.

Di sisi lain, figur muda memiliki keunggulan dalam membangun penetrasi kepada kelompok milenial dan Generasi Z. Karena itu, lanjut Ade, kader muda harus mampu menghadirkan kreativitas dan gagasan yang
sesuai dengan karakter anak muda kekinian.

“Pada saat yang sama, harapannya dengan usia yang masih muda akan lebih mudah melakukan penetrasi kepada milenial dan Gen Z. Pertanyaannya, apa kreasi yang bisa dilakukan untuk anak muda kekinian?” katanya.

Ade mengingatkan, usia muda jangan hanya menjadi identitas atau simbol regenerasi. Figur muda yang mendapatkan kepercayaan di posisi strategis harus mampu memberikan makna melalui kerja nyata dan gagasan baru bagi organisasi.

“Jangan sampai usia muda tidak memberikan makna,” tegasnya.

Ade juga mengutip pesan Buya Hamka mengenai pentingnya keseimbangan antara generasi tua dan generasi muda dalam menjalankan sebuah urusan.

Menurutnya, generasi senior memiliki pengalaman dan pertimbangan yang matang, namun terkadang membutuhkan waktu lebih panjang dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, generasi muda memiliki energi dan keberanian untuk bergerak cepat, tetapi juga berpotensi terlalu reaksioner.

“Buya Hamka pernah menyampaikan, jangan menyerahkan semua urusan kepada yang tua karena yang tua terlalu banyak pertimbangan dalam bekerja. Tetapi jangan juga segala pekerjaan diserahkan kepada yang muda karena terlalu reaksioner,” ujarnya.

Karena itu, Ade menilai keseimbangan antara senior dan anak muda menjadi salah satu kunci penting bagi Partai Golkar Sumsel ke depan.

“Jadi, keseimbangan inilah yang dibutuhkan Golkar ke depan. Senior tetap diberdayakan, sementara anak muda diberikan ruang untuk berkreasi, bergerak dan menghadirkan gagasan-gagasan baru,” pungkasnya. (*)