PALEMBANG — Peluang menjadi bagian dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali terbuka melalui rekrutmen pegawai KAI Group tahun 2026. Namun di tengah tingginya minat masyarakat, calon pelamar diminta ekstra waspada terhadap praktik percaloan dan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
KAI Divisi Regional III Palembang menegaskan, proses rekrutmen dilakukan secara resmi, transparan, dan tanpa dipungut biaya.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi.
“Kesempatan untuk berkarier di KAI kembali terbuka. Kami mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan. Yang perlu menjadi perhatian, pastikan informasi dan proses pendaftaran hanya dilakukan melalui kanal resmi KAI,” ujar Aida.
Modus Calo Mulai Diantisipasi
Peringatan soal calo menjadi perhatian KAI karena proses rekrutmen berpotensi dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan dari calon pelamar.
Modus yang digunakan dapat berupa pembuatan akun media sosial palsu dengan mencatut nama dan logo KAI. Oknum kemudian menawarkan bantuan agar pelamar dapat diterima bekerja dengan imbalan sejumlah uang.
Ada pula modus meminta biaya administrasi, pemberkasan, seleksi hingga biaya lain yang seolah-olah merupakan bagian dari proses penerimaan pegawai.
KAI menegaskan tidak ada jalur khusus dalam penerimaan pegawai.
“Rekrutmen di PT KAI (Persero) tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada jalur khusus ataupun pihak yang dapat menjamin kelulusan seseorang. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan wajib mengikuti proses seleksi sesuai tahapan yang telah ditetapkan perusahaan,” tegas Aida.
Calon pelamar juga diminta berhati-hati apabila ada pihak yang mengarahkan mereka menggunakan jasa hotel, transportasi maupun agen perjalanan tertentu sebagai syarat mengikuti seleksi.
Terlebih apabila tawaran tersebut disertai permintaan transfer uang atau janji kelulusan.
“Kalau ada pihak yang meminta uang, mengarahkan untuk menggunakan jasa tertentu, atau menjanjikan kelulusan, kami minta masyarakat tidak mempercayainya. Jangan memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” kata Aida.
Pendaftaran Akun Dibuka 4 September
Di sisi lain, KAI membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan.
Pendaftaran akun rekrutmen mulai dibuka pada 4 September 2026, sedangkan pendaftaran dan pemilihan formasi berlangsung pada 7 hingga 10 September 2026.
Seluruh proses dilakukan secara daring melalui situs resmi karier.kai.id yang menjadi kanal resmi rekrutmen KAI, menggantikan situs sebelumnya, e-recruitment.kai.id.
Formasi tersedia bagi lulusan SLTA, D3 hingga D4/S1.
Untuk lulusan SLTA, posisi yang tersedia antara lain Kondektur, Masinis, serta Pemeliharaan Sarana dan Prasarana.
Sementara lulusan D3 dapat mengikuti seleksi untuk posisi Kondektur, Masinis, Asisten PPKA, Operator KPJR, Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, Paramedis serta Administrasi.
Adapun lulusan D4/S1 dapat melamar posisi Administrasi Legal, Staf Logistik dan Bangunan, serta Petugas Negative Check Sintelis & Fasilitas.
Seleksi Bukan Jalan Pintas
KAI memastikan penerimaan pegawai dilakukan melalui sejumlah tahapan seleksi. Peserta akan menjalani seleksi administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara hingga kesehatan akhir.
Dengan sistem tersebut, tidak ada ruang bagi pihak luar untuk menentukan kelulusan peserta.
KAI juga tidak menerapkan mekanisme penggantian atau refund biaya transportasi maupun akomodasi yang dikeluarkan pelamar selama mengikuti proses rekrutmen.
Aida meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di luar kanal resmi perusahaan.
“Integritas dalam proses rekrutmen merupakan hal yang kami jaga bersama. Kami ingin setiap orang yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan mendapatkan kesempatan yang sama. Karena itu, jangan memberikan ruang kepada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan nama KAI untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.
Pastikan Informasi Berasal dari KAI
Calon pelamar diminta melakukan verifikasi sebelum mengikuti setiap tahapan rekrutmen.
Informasi dari pesan berantai, akun media sosial yang tidak jelas, maupun tautan selain kanal resmi KAI patut dicurigai, terutama jika disertai permintaan uang atau janji kelulusan.
Masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan dapat melakukan konfirmasi melalui Contact Center KAI 121/021-121, WhatsApp KAI 0811-2223-3121, atau media sosial KAI 121 @kai121_.
“Sekali lagi, kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum percaya dan bertindak. Rekrutmen resmi KAI dilakukan melalui kanal resmi, tidak dipungut biaya, dan tidak menggunakan jasa calo. Mari bersama-sama menjaga proses rekrutmen agar tetap bersih, transparan, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon pelamar,” pungkas Aida.










