PALI – Dunia politik dan hukum Sumatera Selatan kembali berduka. *H. Nang Ali Solichin*, mantan Bupati Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Musi Rawas, dan salah satu tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, menghembuskan napas terakhir.
Atas kepergian almarhum, *Puput Warsono, SH, Praktisi Hukum dan Tokoh Pemuda Kabupaten PALI* menyampaikan duka cita mendalam.
_“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un._
Dengan hati yang sangat berduka saya, Puput Warsono, SH, menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Ayahanda H. Nang Ali Solichin.
Bagi saya pribadi, beliau bukan hanya seorang pemimpin besar. Beliau adalah *guru, mentor politik, dan sekaligus mertua*. Banyak ilmu, nilai kepemimpinan, dan keteladanan yang saya dapatkan langsung dari beliau.
Beliau mengajarkan saya tentang arti mengabdi untuk rakyat, tentang politik yang beradab, dan tentang tanggung jawab seorang pemimpin daerah. Jasa dan bimbingan beliau tidak akan pernah saya lupakan.
Saya yakin kepergian beliau adalah kehilangan besar bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Rawas, dan kita semua di Bumi Serapat Serasan ini.
Semoga Allah SWT melapangkan kubur beliau, menerima segala amal ibadah, dan menempatkan beliau di Jannatun Na’im. Untuk keluarga besar, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan.
Selamat jalan Ayahanda. Kami akan melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai baik yang Ayahanda berikan.
Editor : Asri Firmansyah














