PALI – Terdahulu kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir memiliki Sumber Daya Alam yang cukup besar yakni Minyak dan Gas (Migas) terbesar di Asia.
Program Seismik 3D Peony PT Pertamina EP melalui PT BGP Indonesia, guna mendorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bisa meningkat.
Sebelum terjadi Seismik dari PT BGP Indonesia melakukan sosialisasi Pemerintah kabupaten melalui Kecamatan, kegiatan ini di hadiri oleh Bupati diwakili Kartika Yanti SH Sekretaris Daerah, Kepala Desa, Lurah dan Camat Talang Ubi.
Bupati PALI Melalui Kartika Yanti SH MH Sekretaris Daerah, mengatakan menyambut baik adanya Program Seismik 3D Peony.
Program Seismik 3D Peony, guna mendorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Bumi Serepat Serasan.
“Kita ketahui bahwa terdahulu kabupaten PALI merupakan Penghasilan terbesar untuk Minyak dan Gas nya, ” ucapnya.
Kegiatan ini diawasi oleh Aparat Penegak Hukum seperti Kejari, Polisi, sebagai Pengawasan dari Koramil Talang Ubi, Senin (22/06/26).
Sementara itu Perwakilan Dari PT BGP, Bagian Divisi Humas Putra Ginting, menuturkan saat ini dari Perusahaan baru memberikan Sosialisasi kepada Pemerintah Daerah melalui Kecamatan.
Untuk Survey Seismik 3D Peony ada dua kecamatan meliputi Talang Ubi dan Penukal Utara, terdiri dari 9 Desa dan 3 Kelurahan.
Ia mengungkapkan guna mendukung Asta Cita dari Presiden RI yakni Ketahanan Energi, disini PT BGP Indonesia melakukan Seismik 3D Peony.
“Seismik ini untuk Menggali Potensi, adanya sumber Minyak Bumi dan Gas di kabupaten PALI , kegiatan ini didukung oleh PT Pertamina EP, serta perlu dorongan dari Pemkab PALI, sebagai Pengawasan Seismik ini langsung dari SKK Migas Sumsel, ” tandasnya.
Hasil dari Seismik terutama Migas, bisa dikelola kembali oleh daerah ini, dan menunjang Peningkatan Produksi Migas itu sendiri.
“Kami meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa, agar kegiatan ini berjalan dengan lancar, Seismik ini kami akan mengutamakan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta melibatkan tenaga lokal nantinya, ” tutupnya.
Editor : Asri Firmansyah













