Pemkot Prabumulih Gelar Assessment di Polda Sumsel

PRABUMULIH — Pemerintah kota Prabumulih melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Prabumulih menggelar Assessment Center Penilaian Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Ini adalah bagian dari proses lelang jabatan yang sedang digelar Pemkot Prabumulih.

Assessment itu digelar di Polda Sumsel selama dua hari. Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril SKom MM secara langsung menghadiri kegiatan tersebut.

Assessment center ini merupakan bagian dari tahapan seleksi dan evaluasi pejabat pimpinan tinggi pratama guna memastikan pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan prinsip manajemen aparatur sipil negara yang modern.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril menegaskan komitmen Pemerintah Kota Prabumulih untuk terus menerapkan sistem merit secara konsisten dan berkelanjutan.

Sistem Merit adalah pengelolaan sumber daya manusia terutama dalam birokrasi pemerintahan yang menempatkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja sebagai dasar utama dalam rekrutmen, promosi, mutasi, hingga pemberian penghargaan dan sanksi.

Melalui pelaksanaan assessment center pihaknya berharap dapat memperoleh gambaran yang objektif, terukur, dan akuntabel terkait potensi, kompetensi serta kapasitas para pejabat yang mengikuti seleksi.

“Pengisian jabatan pimpinan tinggi harus dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi, bukan semata-mata berdasarkan pertimbangan subjektif. Dengan assessment center ini, kita ingin memastikan bahwa pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan dan integritas untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Franky Nasril.

Sementara itu, Kabag Pembinaan Karier (Binkar) Biro SDM Polda Sumatera Selatan, AKBP Erwin Aras Genda SIK SH MT menyampaikan bahwa melalui fungsi pembinaan karier dan assessment, Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan profesional dengan mengedepankan prinsip independensi, kerahasiaan, serta akurasi dalam setiap tahapan penilaian.

Para asesor yang terlibat merupakan personel yang telah memiliki sertifikasi dan pengalaman yang memadai, sehingga mampu melaksanakan tugas penilaian secara optimal dan bertanggung jawab.