Mudik Gratis Diserbu, Bukti Ketergantungan Warga pada Transportasi Terjangkau

PALEMBANG – Program mudik gratis berbasis kereta api di Sumatera Selatan diserbu masyarakat. Dalam dua hari pelaksanaan, 3.010 pemudik diberangkatkan dari Stasiun Kertapati—angka yang menegaskan tingginya ketergantungan warga pada transportasi murah dan aman.

Pada Selasa (17/3/2026), sebanyak 1.443 peserta diberangkatkan menggunakan KA Bukit Serelo dan KA Rajabasa. Sehari sebelumnya, 1.567 orang telah lebih dulu berangkat dengan rute yang sama.

Program ini merupakan hasil kolaborasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang, Pemprov Sumsel, dan Bank Sumsel Babel.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan program ini menjadi solusi nyata di tengah tingginya biaya mudik dan risiko perjalanan darat.

“Ini membantu masyarakat yang ingin pulang kampung dengan biaya terjangkau sekaligus lebih aman,” ujarnya.

Antusiasme tinggi terhadap program gratis ini berjalan seiring dengan melonjaknya penggunaan kereta api secara umum. Hingga 17 Maret, jumlah penumpang mencapai 25.514 orang, dengan penjualan tiket menembus 104.126 lembar.

Kondisi ini memperlihatkan satu pola yang jelas: masyarakat semakin bergantung pada transportasi massal yang efisien, terutama saat musim mudik.

KA Bukit Serelo menjadi yang paling diburu, bahkan mencatat okupansi hingga 135 persen. Sementara itu, KA Sindang Marga masih menjadi opsi bagi penumpang yang tidak kebagian tiket.

Program mudik gratis tidak hanya menjadi fasilitas sosial, tetapi juga alat intervensi pemerintah untuk mengurangi tekanan di jalur darat.

Pelepasan peserta turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, yang menegaskan pentingnya peran transportasi massal dalam menekan kemacetan dan kecelakaan.

Di tengah lonjakan mobilitas Lebaran, fenomena ini menunjukkan bahwa akses terhadap transportasi terjangkau masih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. (rilis)