PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat capaian kinerja yang positif pada layanan LRT Sumatera Selatan selama Triwulan I Tahun 2026 (Januari – Maret). LRT Sumsel berhasil mengangkut 1.084.242 penumpang, meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.009.737 penumpang.
Dengan jumlat tersebut, rata – rata jumlah pengguna harian tercatat mencapai 12.047 penumpang per hari, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap moda transportasi perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan ini.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa selain aktivitas masyarakat sehari-hari seperti sekolah, kantor dan kegiatan ekonomi lainnya, peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai momen penting lainnya. “Peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi oleh momen libur panjang akhir pekan, libur sekolah, serta periode Angkutan Lebaran 2026 yang mendorong mobilitas masyarakat secara signifikan,” tambahnya.
Lanjut Aida menyampaikan, jumlah tersebut juga pengaruh adanya frekuensi tambahan KA pada Angkutan Lebaran, tepatnya 22 Maret hingga 25 Maret 2026, LRT Sumsel melakukan penyesuaian layanan dengan menambah perjalanan menjadi 102 perjalanan per hari guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
KAI Divre III Palembang juga mencatat selama Triwulan I 2026, lima stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi menunjukkan peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, yaitu:
1. Stasiun Asrama Haji – 216.698 penumpang (rata-rata 2.407 per hari)
2. Stasiun Ampera – 181.584 penumpang (rata-rata 2.017 per hari)
3. Stasiun DJKA – 148.364 penumpang (rata-rata 1.648 per hari)
4. Stasiun Bumi Sriwijaya – 125.970 penumpang (rata-rata 1.340 per hari)
5. Stasiun Bandara – 77.168 penumpang (rata-rata 857 per hari)
Sedangkan, dalam lima tahun terakhir, tren pertumbuhan pengguna LRT Sumsel pada Triwulan I menunjukkan peningkatan yang konsisten dan signifikan:
– 2022: 536.361 penumpang
– 2023: 857.723 penumpang
– 2024: 908.622 penumpang
– 2025: 1.009.737 penumpang
– 2026: 1.084.242 penumpang
Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa LRT Sumsel semakin menjadi pilihan masyarakat dalam bertransportasi sehari-hari.
Capaian ini sekaligus memperkuat dukungan terhadap Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) yang diinisiasi Pemerintah Kota Palembang, sebagai langkah konkret mengurangi kemacetan dan emisi polusi.
LRT Sumsel tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga tulang punggung mobilitas perkotaan yang terintegrasi. Kehadirannya memberikan berbagai manfaat nyata, antara lain, Akses ke pusat ekonomi dan wisata dan Integrasi moda transportasi, yakni didukung layanan feeder seperti angkutan kota yang menghubungkan kawasan permukiman dengan stasiun.
“KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan akan terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan. Melalui peningkatan kualitas layanan serta integrasi antarmoda, LRT Sumsel diharapkan dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan” tutup Aida. (rilis)








