LRT Sumsel Angkut 113 Ribu Penumpang saat Lebaran

PALEMBANG – Ledakan penumpang LRT Sumsel selama libur Idulfitri 1447 H/2026 tak semata dipicu arus mudik dan silaturahmi. Faktor wisata justru tampil sebagai penggerak baru.

Hingga H+1 Lebaran, 22 Maret 2026, LRT Sumsel mencatat 113.630 penumpang. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan warga di dalam kota ikut melonjak, seiring munculnya destinasi baru yang menyedot perhatian.

Sorotan utama mengarah ke Tugu Cempako Telok di kawasan Bundaran Air Mancur. Sejak diresmikan 15 Maret 2026, landmark ini langsung menjelma menjadi pusat keramaian baru di jantung Kota Palembang.

Arus kunjungan ke titik tersebut berdampak langsung pada peningkatan okupansi LRT, terutama di stasiun-stasiun yang terhubung ke pusat kota.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengakui tren ini. Menurutnya, rata-rata 11.363 penumpang per hari selama masa Posko Angkutan Lebaran menunjukkan adanya pergeseran pola mobilitas.

“Tidak hanya perjalanan mudik lokal, tapi juga pergerakan wisata dalam kota yang meningkat tajam,” ujarnya.

Data stasiun memperkuat fenomena ini. Stasiun Ampera menjadi yang paling padat dengan 25.475 penumpang—lokasi yang paling dekat dengan pusat destinasi baru tersebut. Disusul Stasiun Asrama Haji (22.614), DJKA (15.119), dan Bumi Sriwijaya (11.741).

Lonjakan ini menegaskan satu hal: LRT tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem wisata kota.

Penumpang musiman yang biasanya mengandalkan kendaraan pribadi, kini mulai beralih ke transportasi massal untuk menjangkau titik-titik keramaian tanpa terjebak macet.

Tren ini sejalan dengan dorongan pemerintah melalui program Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU). Momentum Lebaran menjadi panggung nyata perubahan perilaku tersebut. (rilis)