Libur Panjang Iduladha, Tiket Kereta di Divre III Palembang Ludes Diserbu Penumpang

PALEMBANG – Lonjakan penumpang terjadi di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang pada momentum libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah.

Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api membuat penjualan tiket tiga perjalanan kereta di wilayah Sumatera Bagian Selatan menembus 160 persen dari kapasitas tempat duduk pada Rabu (27/5/2026).

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan lonjakan penumpang terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila.

“Terjadi peningkatan signifikan jumlah pelanggan di sejumlah stasiun wilayah Divre III Palembang. KAI terus memastikan operasional perjalanan berjalan aman, lancar, dan nyaman,” ujar Aida.

Di Stasiun Kertapati, jumlah penumpang berangkat mencapai 1.784 orang, sedangkan penumpang datang sebanyak 1.564 orang.

Sementara di Stasiun Lubuk Linggau tercatat 654 penumpang berangkat dan 751 penumpang turun.

KAI mencatat total tiket yang terjual untuk KA Rajabasa, KA Bukit Serelo, dan KA Sindang Marga pada hari ini mencapai 5.794 tiket atau sekitar 160 persen dari kapasitas yang tersedia.

Selama periode libur panjang 26 Mei hingga 2 Juni 2026, total tiket yang telah terjual mencapai 35.040 tiket atau 121 persen dari kapasitas.

KA Rajabasa menjadi kereta dengan okupansi tertinggi. Untuk relasi Kertapati–Tanjungkarang, tiket yang terjual mencapai 10.297 atau 152 persen dari kapasitas. Sedangkan relasi sebaliknya mencapai 10.190 tiket atau 150 persen.

Kemudian KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat penjualan 5.479 tiket atau 129 persen. Relasi Lubuk Linggau–Kertapati terjual 5.556 tiket atau 131 persen.

Sedangkan KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat 1.956 tiket terjual atau 57 persen dari kapasitas. Untuk relasi sebaliknya, tiket terjual mencapai 1.562 atau 45 persen.

Menurut Aida, angka okupansi yang melampaui 100 persen dipengaruhi pola perjalanan penumpang yang naik dan turun di stasiun antara sehingga kursi dapat digunakan kembali dalam satu rangkaian perjalanan. (BOB)