Libur Akhir Pekan Maulid Nabi Muhammad SAW, 26.723 Pelanggan Gunakan Kereta Api

Palembang – Masa libur akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan masyarakat Sumatera Selatan untuk bepergian menggunakan kereta api. Selain untuk berlibur bersama keluarga, masyarakat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi dan bertemu dengan kerabat maupun keluarga di berbagai daerah.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat sebanyak 26.723 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode libur akhir pekan Maulid Nabi Muhammad SAW, terhitung mulai 21 hingga 26 Agustus 2026. Jumlah tersebut mencapai 139 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan selama momentum libur panjang. Selama periode tersebut, KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang (PP) masih menjadi salah satu layanan dengan jumlah pelanggan tertinggi. Untuk perjalanan dari Kertapati menuju Tanjungkarang, tercatat sebanyak 6.167 pelanggan terangkut atau mencapai 161 persen dari kapasitas yang disediakan, dengan rata-rata 1.028 pelanggan per hari.

Sementara itu, perjalanan Tanjungkarang menuju Kertapati mencatat 6.322 pelanggan atau mencapai 165 persen dari kapasitas yang disediakan, dengan rata-rata 1.053 pelanggan per hari.

Tingginya minat masyarakat juga terlihat pada KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau (PP). Untuk perjalanan menuju Lubuklinggau, sebanyak 4.376 pelanggan terangkut atau mencapai 138 persen dari kapasitas yang disediakan, dengan rata-rata 729 pelanggan per hari.

Adapun perjalanan Lubuklinggau menuju Kertapati mencatat 4.541 pelanggan atau mencapai 143 persen dari kapasitas yang disediakan, dengan rata-rata 756 pelanggan per hari. Jumlah pelanggan pada arah Lubuklinggau–Kertapati tersebut lebih tinggi dibandingkan perjalanan sebaliknya.

Kereta Api komersial Sindang Marga juga menunjukan volume penumpang yang cukup tinggi, untuk perjalanan Kertapati menuju Lubuklinggau, sebanyak 2.689 pelanggan terangkut atau mencapai 104 persen dari kapasitas yang disediakan, dengan rata-rata 448 pelanggan per hari. Sedangkan perjalanan Lubuklinggau menuju Kertapati mencatat sebanyak 2.628 pelanggan atau mencapai 102 persen dari kapasitas yang disediakan, dengan rata-rata 438 pelanggan per hari.

*Operasional Kereta Api Tepat Waktu*

Selain mencatat tingginya mobilitas pelanggan, KAI Divre III Palembang juga berhasil menjaga kualitas pelayanan operasional. Selama periode libur akhir pekan Maulid Nabi Muhammad SAW, On Time Performance (OTP) keberangkatan dan kedatangan kereta api tercatat mencapai 100 persen.

Capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan layanan perjalanan yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga ketepatan waktu, keamanan, dan keselamatan pelanggan.

Aida menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur menjadi perhatian KAI, sehingga berbagai aspek pelayanan dan operasional terus dipastikan berjalan optimal.

“Kami memahami bahwa perjalanan menggunakan kereta api bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi juga bagaimana pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh jajaran KAI Divre III Palembang terus memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta pelayanan kepada pelanggan,” jelas Aida.

*Keselamatan Menjadi Prioritas*

Di sisi lain, selama periode libur akhir pekan, KAI Divre III Palembang terus memperkuat upaya keselamatan perjalanan kereta api melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi keselamatan perkeretaapian dilakukan terutama di sejumlah perlintasan sebidang yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi maupun lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko keselamatan.

KAI juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api. Masyarakat diminta untuk tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri sekaligus mengganggu perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan vandalisme, termasuk melempari kereta api ketika sedang melintas. Tindakan tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian, membahayakan pelanggan dan petugas, serta berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Jalur kereta api bukan merupakan tempat untuk beraktivitas. Kami juga mengimbau agar tidak melakukan tindakan vandalisme seperti melempari kereta api. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga dukungan masyarakat sangat penting untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman,” tegas Aida.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada KAI untuk menemani perjalanan selama libur akhir pekan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami berharap kepercayaan ini dapat terus kami jaga melalui pelayanan yang konsisten, aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Aida.