Palembang – Di tengah dampak kualitas udara akibat kabut asap di Kota Palembang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memastikan operasional LRT Sumsel tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan. KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan masker selama perjalanan guna mengurangi paparan polusi udara serta mengutamakan kesehatan di tengah kondisi udara dampak kabut asap.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan bahwa di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Palembang, KAI bersama BPKARSS tetap berkomitmen memberikan layanan transportasi publik yang aman, andal, dan tepat waktu. Namun, keselamatan dan kesehatan pelanggan tetap menjadi perhatian bersama.
“Operasional LRT Sumsel hingga saat ini tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan ketika menuju maupun meninggalkan stasiun, karena menjaga kesehatan merupakan hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Aida.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Langkah sederhana seperti menggunakan masker yang sesuai, mengurangi paparan udara luar, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dapat membantu mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap.
LRT Sumsel Tetap Andal Layani Mobilitas Masyarakat
Kondisi kabut asap, LRT Sumsel tetap menjadi salah satu pilihan transportasi publik bagi masyarakat untuk mendukung mobilitas harian di Kota Palembang dan sekitarnya.
Sepanjang Triwulan III 2026, LRT Sumsel melayani sebanyak 3.303.591 pelanggan, dengan rata-rata sekitar 12.100 pelanggan per hari. Capaian tersebut menunjukkan peran LRT Sumsel dalam mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses berbagai pusat kegiatan dan layanan publik.
Stasiun Asrama Haji menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi selama Triwulan III 2026, yakni sebanyak 654.308 pelanggan, dengan rata-rata 2.396 pelanggan per hari.
Sementara itu, Stasiun Ampera melayani 527.171 pelanggan, dengan rata-rata 1.931 pelanggan per hari. Stasiun ini turut mendukung akses masyarakat menuju berbagai destinasi di pusat Kota Palembang, termasuk kawasan Bundaran Air Mancur Palembang Darussalam dan kawasan Benteng Kuto Besak.
Dalam perkembangan berikutnya, Stasiun DJKA tercatat melayani 441.148 pelanggan, dengan rata-rata 1.615 pelanggan per hari. Adapun hingga 14 Oktober 2026, LRT Sumsel telah melayani 147.654 pelanggan, dengan rata-rata 10.546 pelanggan per hari.
Dari sisi ketepatan waktu, kinerja operasional LRT Sumsel selama Triwulan III 2026 juga tetap terjaga. On Time Performance (OTP) keberangkatan tercatat mencapai 99,93 persen, sedangkan OTP kedatangan mencapai 99,92 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen pengelola dalam menjaga keandalan perjalanan dan memberikan kepastian waktu kepada pelanggan.
Keselamatan dan Kesehatan Menjadi Prioritas Bersama
Aida menegaskan bahwa KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus menjaga kualitas pelayanan serta memantau perkembangan situasi operasional di tengah kondisi kabut asap. Pelanggan juga diharapkan mengikuti informasi dan imbauan resmi yang disampaikan oleh petugas terkait.
“ Dukungan kebutuhan masyarakat bertransportasi publik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga layanan LRT Sumsel tetap kami operasikan sesuai jadwal tentunya dengan mengutamakan aspek keselamatan. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Apabila tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan tetap lakukan langkah perlindungan diri dari paparan kabut asap,” tutup Aida.













