KAI Divre III Palembang Habiskan 130 Ribu Liter Biosolar Selama Angkutan Lebaran 2026

PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar mencapai 130.608 liter selama masa Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026, yang berlangsung pada 11 hingga 30 Maret 2026.

Angka tersebut menegaskan tingginya intensitas operasional kereta api penumpang di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan seluruh BBM subsidi tersebut difokuskan untuk mendukung perjalanan kereta penumpang. Penggunaannya terbagi pada sejumlah layanan utama, yakni KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau sebanyak 32.801 liter, KA Bukit Serelo relasi yang sama 34.788 liter, serta KA Rajabasa rute Kertapati–Tanjungkarang sebesar 38.769 liter. Sementara itu, 24.250 liter lainnya digunakan untuk operasional genset pada rangkaian kereta.

“BBM menjadi elemen vital dalam memastikan kelancaran operasional dan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat lonjakan penumpang pada masa Lebaran,” ujar Aida.

Ia menegaskan, penggunaan BBM subsidi dilakukan secara efisien dan tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selain menggerakkan lokomotif diesel, BBM juga berperan penting dalam menyuplai listrik melalui genset untuk kebutuhan penerangan, pendingin udara, dan fasilitas penunjang kenyamanan penumpang.

Dalam operasionalnya, KAI Divre III Palembang telah menggunakan Biosolar B40, campuran 40 persen bahan nabati berbasis kelapa sawit dan 60 persen solar. Penggunaan energi ini diklaim lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi mesin.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT KAI memperoleh alokasi kuota BBM subsidi tahun 2026 sebesar 214.342.000 liter. Rinciannya, 191.022.000 liter untuk kereta penumpang dan 23.320.000 liter untuk angkutan barang.

KAI berharap pemanfaatan BBM subsidi tersebut dapat terus berjalan optimal untuk menjaga keterjangkauan tarif, meningkatkan layanan, serta mendukung efisiensi logistik nasional.

“Ketersediaan BBM menjadi kunci keandalan layanan, keselamatan perjalanan, dan kesinambungan operasional. Kami berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Aida. (rilis)

News Feed