KAI Divre III Deteksi Potensi Gangguan Layanan Lewat Audit ISO

PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperkuat langkah pencegahan gangguan layanan melalui Audit Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 Tahun 2026.

Audit tersebut tidak sekadar memeriksa kepatuhan terhadap prosedur. KAI menjadikannya sebagai alat untuk menemukan potensi masalah sejak awal sebelum berdampak terhadap pelanggan.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari level Top Management, unit kerja di kantor, operasional, pelayanan stasiun hingga penerapan standar di lapangan.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar.

“Ketika proses kerja dievaluasi secara berkala dan setiap potensi ketidaksesuaian ditindaklanjuti, perusahaan dapat semakin konsisten menjaga kualitas pelayanan, keandalan operasional, serta memberikan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan dan kendala pelanggan,” ujar Aida, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, setiap temuan dalam audit menjadi bahan evaluasi. KAI kemudian dapat menentukan tindakan korektif untuk mencegah persoalan yang sama kembali terjadi.

Pendekatan ini juga membantu setiap unit kerja memahami tanggung jawabnya dalam menjaga mutu layanan.

Dengan proses yang tertata dan terukur, potensi kesalahan dapat diantisipasi lebih awal. Risiko operasional juga dapat dikelola sebelum berkembang menjadi gangguan pelayanan.

Aida menegaskan audit ISO 9001:2015 tidak boleh berhenti pada pencatatan temuan.

“Kami ingin memastikan bahwa budaya mutu benar-benar hidup di seluruh lini. Setiap proses yang diperbaiki harus memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” katanya.

Penerapan Sistem Manajemen Mutu tersebut dilakukan melalui prinsip continual improvement dengan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA).

Setiap proses direncanakan, dijalankan, diperiksa dan diperbaiki secara berkelanjutan.

Bagi pelanggan, proses tersebut diharapkan berdampak pada layanan yang lebih konsisten, operasional yang semakin andal, penanganan permasalahan yang lebih cepat dan sistematis, serta kenyamanan selama menggunakan layanan kereta api.

“ISO 9001:2015 tidak hanya menjadi standar dalam pengelolaan proses bisnis, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja KAI untuk memastikan setiap proses yang dilakukan di belakang layar memberikan dampak positif terhadap pengalaman pelanggan di garis depan,” pungkas Aida.