PALEMBANG – Tingginya minat masyarakat bepergian saat libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membuat tiket sejumlah kereta api favorit di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung habis terjual.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat tiket perjalanan original destination (OD) untuk KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjung Karang (PP) dan KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau (PP) telah ludes diborong penumpang.
Di tengah tingginya permintaan tersebut, KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket perjalanan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan selama masa libur Tahun Baru Islam 1448 H pada 12 hingga 17 Juni 2026, KAI menyediakan total 21.096 tempat duduk atau rata-rata 3.516 kursi per hari.
“Untuk perjalanan menuju Lubuk Linggau, masyarakat masih dapat memanfaatkan layanan KA Sindang Marga yang saat ini masih memiliki ketersediaan tiket,” ujar Aida.
Berdasarkan data sementara, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 23.112 tiket atau sekitar 110 persen dari kapasitas yang disediakan. Tingginya angka penjualan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api selama masa libur panjang.
KA Rajabasa menjadi kereta dengan tingkat okupansi tertinggi. Untuk relasi Kertapati–Tanjung Karang, tiket yang terjual mencapai 6.872 tiket atau 135 persen dari kapasitas. Sedangkan relasi Tanjung Karang–Kertapati mencatat penjualan 6.986 tiket atau 137 persen.
Sementara itu, KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat penjualan 3.610 tiket atau 114 persen dan relasi sebaliknya mencapai 3.652 tiket atau 115 persen.
Berbeda dengan dua kereta tersebut, KA Sindang Marga hingga kini baru mencatat penjualan 994 tiket atau sekitar 44 persen dari kapasitas yang tersedia. Kondisi ini membuat KA Sindang Marga menjadi opsi yang masih terbuka bagi calon penumpang yang ingin bepergian ke Lubuk Linggau selama masa libur.
Selain memanfaatkan KA Sindang Marga, KAI juga mendorong masyarakat menggunakan sistem tiket parsial apabila tiket tujuan utama sudah habis terjual. Melalui skema tersebut, pelanggan dapat membeli tiket berdasarkan rute tertentu sehingga peluang memperoleh tiket menjadi lebih besar.
Menurut Aida, tiket parsial sangat membantu pelanggan pada periode dengan tingkat permintaan tinggi seperti saat ini. Karena itu, masyarakat diminta rutin memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya.
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli tiket melalui calo atau pihak yang tidak berwenang. Seluruh pembelian tiket disarankan dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun mitra resmi yang telah bekerja sama dengan perusahaan.
“Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, menggunakan kanal resmi KAI, serta datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan selama libur Tahun Baru Islam berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Aida.











