PALEMBANG – Lonjakan penumpang kereta api di Sumatera Selatan pada Triwulan I 2026 dipicu kuat oleh momentum libur panjang, libur sekolah, hingga Lebaran. Kombinasi periode ini mendorong mobilitas masyarakat melonjak signifikan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat total 296.107 penumpang sepanjang Januari–Maret 2026. Angka ini naik 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 256.928 penumpang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut faktor musiman menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.
“Periode libur panjang dan Lebaran memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang, baik untuk mudik, wisata, maupun silaturahmi,” ujarnya.
Lonjakan paling terasa terjadi pada Maret dengan 106.743 penumpang, bertepatan dengan puncak arus mudik dan balik Lebaran. Sementara Januari mencatat 101.490 penumpang dan Februari 87.874 penumpang.
Kenaikan ini menegaskan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama saat momen mobilitas tinggi. Selain bebas macet, moda ini juga dinilai lebih aman dan tepat waktu.
Secara layanan, tiga kereta utama tetap menjadi andalan, yakni KA Bukit Serelo, KA Rajabasa, dan KA Sindang Marga yang melayani berbagai rute strategis di Sumatera Selatan dan sekitarnya.
Tren pertumbuhan juga menunjukkan konsistensi dalam tiga tahun terakhir. Dari 206.276 penumpang pada 2023, meningkat menjadi 238.111 pada 2024, lalu 256.928 pada 2025, hingga mencapai 296.107 pada 2026.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terus meningkat, terutama saat periode dengan mobilitas tinggi,” kata Aida.
KAI Divre III Palembang memastikan akan terus mengantisipasi lonjakan serupa ke depan, terutama pada momen libur besar, dengan menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kapasitas layanan.
“Kami berkomitmen memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu, terutama saat permintaan meningkat tajam,” tutupnya. (rilis)










