PALI – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, perekonomian Kabupaten PALI pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,08 persen secara tahunan (year on year/y-on-year). Sementara itu, secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi daerah juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,31 persen.
Pertumbuhan Perekonomian Daerah, dibawah Kepemimpinan Asgianto ST, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir, sesuai dengan visi dan misi menjadi Bupati.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., SST., M.Si., memaparkan dalam Rapat Koordinasi Capaian Indikator Makro Kabupaten PALI Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopoan Guest House Talang Ubi, Senin (6/7/2026).
Pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa roda perekonomian Kabupaten PALI tetap bergerak secara positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Stabilitas investasi, meningkatnya aktivitas produksi, serta menguatnya sektor-sektor unggulan menjadi faktor utama yang menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Struktur perekonomian Kabupaten PALI masih ditopang oleh sektor Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi sebesar 38,52 persen, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 17,94 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 15,38 persen, serta Konstruksi sebesar 14,68 persen. Keempat sektor tersebut menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi sekaligus penopang pembangunan daerah.
Selain itu juga pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, indikator pembangunan manusia juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten PALI pada tahun 2025 mencapai 70,55 atau masuk kategori IPM Tinggi. Bahkan, laju pertumbuhan IPM sebesar 1,32 persen menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin baiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, keberhasilan pembangunan juga tercermin dari menurunnya angka kemiskinan. Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten PALI turun menjadi 9,27 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 9,82 persen. Capaian ini menempatkan Kabupaten PALI sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan keenam terendah di Sumatera Selatan.
Sementara itu Bupati PALI, Asgianto, ST, mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,08 persen merupakan hasil sinergi seluruh elemen pembangunan dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
”Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten PALI menunjukkan tren yang positif. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat dalam menciptakan iklim pembangunan yang kondusif. Ke depan, kami akan terus memperkuat investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, serta mendorong sektor-sektor produktif agar manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Asgianto.
Ia mengungkapkan angka pertumbuhan ekonomi bukan sekadar capaian statistik, melainkan menjadi gambaran bahwa pembangunan yang dilaksanakan mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten PALI berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penciptaan iklim investasi yang sehat.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus terjaga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penurunan angka kemiskinan, Kabupaten PALI dinilai memiliki modal yang kuat untuk mempercepat transformasi menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Ke depannya, Pemerintah Kabupaten PALI optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif tersebut melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Serepat Serasan.
Editor : Asri Firmansyah














