Palembang – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, menegaskan komitmennya terhadap pemerataan hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Komitmen tersebut ia tunjukkan dengan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Jejaring Akor bertema “Memformulasikan Kebijakan Pendidikan Inklusi di Kota Palembang” pada Kamis (6/11/2025).
FGD ini menjadi wadah untuk menyusun kerangka kebijakan pendidikan inklusi yang lebih komprehensif dan aplikatif, sehingga ABK dapat memperoleh akses pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas di sekolah-sekolah di Palembang.
Dalam forum tersebut, Dewi Sastrani—yang juga dikenal sebagai Bunda PAUD Kota Palembang—menyoroti pentingnya kolaborasi keluarga, komunitas, dan pemerintah dalam mendorong keberhasilan pendidikan inklusi. Ia menekankan bahwa PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga di lapisan masyarakat paling dasar.
“Pendidikan inklusi adalah tanggung jawab bersama. TP PKK memiliki peran strategis untuk mengedukasi masyarakat agar menghilangkan stigma dan aktif mendukung hak-hak anak berkebutuhan khusus,” ujar Dewi.
Menurutnya, PKK dapat menjadi motor penggerak dalam membangun lingkungan sekolah dan sosial yang lebih ramah, terbuka, dan menghargai keberagaman.
“Keluarga adalah benteng pertama. Melalui 10 Program Pokok PKK, kita akan dorong peningkatan pemahaman orang tua, kader, dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusi,” tegasnya. (rilis)









