PRABUMULIH – Sebanyak 8 truk fuso yang berisi bantuan logistik untuk korban bencana Aceh, Medan dan Padang, diberangkatkan dari halaman Pemerintah kota Prabumulih provinsi Sumatera Selatan, pada Selasa (16/12/2025).
Delapan truk tersebut dilepas langsung Walikota Prabumulih H Arlan didampingi Wakil Walikota Franky Nasril SKom MM dan Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardana SH SIK, Kajari Prabumulih Kristya Lutfisyandhi SH serta forkopimda lainnya.
Bantuan tersebut dikawal secara langsung oleh para Asisten Pemerintahan kota Prabumulih bersama petugas TNI, petugas medis dan lainnya. Total bantuan dikirim ke korban bencana di tiga provinsi tersebut lebih dari Rp 2 miliar.
Bantuan tersebut dengan rincian, dari Pemkot Prabumulih mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD sebesar Rp1,2 miliar dan Rp 812 juta dari sumbangan ASN dan pelajar dan belum ditambah bantuan dari instansi lain, organisasi masyarakat maupun lainnya.
Walikota Prabumulih H Arlan mengungkapkan bantuan dikirim berupa logistik dengan berbagai jenis dan seragam sekolah sebanyak 6000 stel untuk pelajar di tiga provinsi terdampak bencana.
“Seragam itu untuk Aceh kita bantu sebanyak 3000 seragam sekolah dasar dan SMP, untuk Medan serta padang masing-masing sebanyak 1500 stel seragam. Selain itu kita juga berikan bantuan sembako, pakaian dan lainnya,” ungkap Arlan ketika diwawancarai wartawan.
Arlan mengaku tim yang diberangkatkan bukan hanya truk bantuan namun juga personel keamanan, tim kesehatan dan akomodasi selama dalam perjalanan. “Bantuan untuk tiga daerah ini dikawal langsung oleh Asisten 1, asisten 2 dan asisten 3. Dalam perjalanan untuk ke padang saja itu butuh waktu 6 hari pulang pergi karena mobil besar, kalau ke Aceh dan Medan mungkin bisa 10 hari,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Arlan meminta para Asisten bersama ASN dan tim medis yang mendampingi untuk tidak meninggalkan truk bantuan namun harus dikawal hingga ke lokasi tujuan dan pulang juga harus diiringi hingga Prabumulih. “Jadi untuk komunikasi kita sudah bekali sehingga ketika jalanan tidak ada sinyal masih bisa komunikasi dan ketika ada masalah seperti pecah ban serta lainnya harus bersama, dikawal hingga sampai tujuan dan dikawal hingga tiba lagi di Prabumulih,” tegas Arlan.
Lebih lanjut orang nomor satu di kota Prabumulih ini mengaku bantuan itu nanti akan diserahkan ke posko-posko yang terdekat dengan lokasi bencana sehingga bisa segera tersalur dan dirasakan masyarakat terdampak.
“Tentunya bantuan ini tidak seberapa, ini adalah bentuk partisipasi masyarakat kota Prabumulih dan ASN di Prabumulih. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Medan dan Padang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemkot Prabumulih, Heriyanto mengungkapkan untuk bantuan yang menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD sebesar Rp1,2 miliar dibekanjakan sembako.
“Jadi sesuai aturan kita dapat belanjakan langsung bantuan berupa sembako seperti beras, minyak, gula, mie instan, sarden, gandum dan lainnya. Total bantuan Rp 1,2 miliar dan kita belanja langsung transfer ke distributor sembako,” ungkapnya.
Diketahui, Walikota Prabumulih H Arlan juga dalam misi kemanusiaan itu memberikan bantuan uang tunai sekitar Rp 100 juta, bantuan pakaian dan lainnya.









