Arus Mudik Memuncak, Dua KA di Palembang Sold Out Lebih 100 Persen

PALEMBANG – Gelombang mudik Lebaran 1447 H mulai terasa di wilayah Sumatera Selatan. Dua kereta api andalan PT KAI Divre III Palembang bahkan sudah terjual melampaui kapasitas yang disediakan.

Hingga 28 Februari 2026, total 81.134 tiket untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 telah ludes dipesan. Dari tiga layanan yang dioperasikan, okupansi tertinggi terjadi pada KA Rajabasa dan KA Bukit Serelo.

Untuk KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang, tiket terjual 20.295 lembar atau 109 persen dari kapasitas. Arah sebaliknya bahkan menembus 121 persen dengan 22.534 tiket. Sementara KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau mencatat 106 persen okupansi, dan 114 persen untuk perjalanan baliknya.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut lonjakan ini tak lepas dari dibukanya penjualan H-45 sebelum keberangkatan, sehingga masyarakat bisa mengamankan tiket lebih awal.

“Trennya terus meningkat. Puncak arus mudik diperkirakan pada 18 dan 19 Maret 2026,” ujarnya.

Pada dua tanggal tersebut, total penumpang dari tiga kereta mencapai 9.293 orang atau 121 persen dari kapasitas harian yang tersedia. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas warga yang memilih moda transportasi kereta api untuk mudik.

Di tengah lonjakan itu, KA Sindang Marga justru masih menyisakan cukup banyak kursi. Relasi Kertapati–Lubuk Linggau baru terisi 46 persen, sementara arah sebaliknya 33 persen. KAI menyebut kondisi ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket di jadwal favorit.

KAI Divre III Palembang mengingatkan masyarakat hanya membeli tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI dan situs kai.id guna menghindari penipuan.

Selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, KAI juga menegaskan aturan perjalanan anak. Penumpang usia tiga tahun ke atas wajib membeli tiket penuh dan mendapat kursi sendiri, sedangkan anak di bawah tiga tahun tidak dikenakan biaya selama dipangku dan tetap harus didaftarkan dengan NIK. (KPB)