PRABUMULIH – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Prabumulih. Organisasi yang bergerak di bidang jasa boga tersebut menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Gang Dua Saudara, RT 04 RW 01, Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, Kamis sore (3/9/2026).
Musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu sempat viral di media sosial dan mengundang perhatian serta keprihatinan masyarakat. Akibat kejadian tersebut, rumah warga mengalami kerusakan dan para korban membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagai bentuk kepedulian, APJI Kota Prabumulih datang langsung menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa beras, mi instan, telur, bantal, pakaian layak pakai serta uang santunan.
Ketua APJI Kota Prabumulih, Hj. Mariana, yang akrab disapa Rian Widot, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas APJI terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami dari APJI Kota Prabumulih turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Gang Dua Saudara. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban para korban dan membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah rumahnya terkena musibah,” ujar Rian Widot.
Menurutnya, musibah dapat terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Karena itu, lanjutnya, kepedulian dan kebersamaan masyarakat sangat penting untuk membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan.
Ia juga berharap para korban diberikan ketabahan serta kekuatan untuk kembali menata kehidupan setelah musibah tersebut.
“Yang paling penting adalah kita hadir dan memberikan dukungan kepada mereka. Semoga bantuan ini bermanfaat dan para korban diberikan ketabahan. Mudah-mudahan ke depan ada rezeki dan jalan terbaik sehingga mereka bisa kembali bangkit,” tambahnya.
Ditambahkannya, APJI Kota Prabumulih juga mengajak seluruh pihak untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
“Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk bantuan materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para korban bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah,” pungkasnya.














