PALEMBANG – Masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kereta api pada momentum libur HUT ke-81 Kemerdekaan RI masih memiliki peluang mendapatkan tiket meski sejumlah tujuan utama sudah penuh.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menyebut penjualan tiket untuk beberapa rute populer telah menembus lebih dari 100 persen berdasarkan Original Destination (OD).
Kondisi itu terjadi pada KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau (PP) dan KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang (PP) untuk periode perjalanan 14-18 Agustus 2026.
Tingginya permintaan perjalanan membuat tiket menuju stasiun tujuan akhir menjadi salah satu yang paling banyak diburu masyarakat.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan masyarakat tidak perlu langsung membatalkan rencana perjalanan apabila tiket menuju tujuan utama sudah tidak tersedia.
“Masih terdapat peluang perjalanan dengan memanfaatkan tiket parsial sesuai ketersediaan,” ujar Aida.
Tiket parsial memungkinkan penumpang memilih stasiun keberangkatan atau tujuan yang berbeda dari tujuan akhir kereta. Strategi ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tetap ingin bepergian saat permintaan tiket sedang tinggi.
KAI Divre III Palembang sendiri menyediakan 15.500 tempat duduk selama periode 14-18 Agustus 2026.
Namun, jumlah tiket yang telah terjual justru mencapai 16.932 tiket atau sekitar 109 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.
Angka tersebut tidak berarti terjadi penjualan melebihi kapasitas fisik kereta. KAI menjelaskan, perbedaan angka tersebut dipengaruhi pola perjalanan penumpang yang menggunakan tiket secara parsial.
Sementara itu, KA Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau mencatat penjualan sebesar 55 persen. Untuk perjalanan Lubuklinggau-Kertapati, penjualan berada di angka 49 persen.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat masih dapat mencari alternatif perjalanan melalui KA Sindang Marga maupun memanfaatkan pola perjalanan parsial pada kereta lainnya.
Aida mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya melakukan pengecekan tiket satu kali. Kursi yang sebelumnya tidak tersedia dapat kembali muncul akibat pembatalan atau perubahan perjalanan penumpang lain.
“Jangan hanya melakukan pengecekan satu kali. Ketersediaan tiket dapat berubah sewaktu-waktu,” katanya.
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur tiket yang ditawarkan calo. Pembelian tiket melalui pihak tidak resmi berisiko menimbulkan kerugian, termasuk harga yang tidak sesuai ketentuan.








