Palembang – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar Sosialisasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (Adminduk), Selasa (18/11/2025), di Ballroom Golden Sriwijaya Building. Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim.
Pelaksana tugas Kepala Disdukcapil Palembang, Allan Gunnery, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas layanan dalam mengelola dokumen kependudukan secara akurat, tertib, dan terintegrasi.
“Administrasi kependudukan adalah dasar dari seluruh pelayanan, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan hingga kesejahteraan sosial. Melalui sosialisasi ini, kami berharap kualitas pelayanan publik bisa semakin baik,” ujarnya.
Peserta kegiatan meliputi kepala seksi kecamatan, sekretaris kelurahan, dan petugas Kantor Urusan Agama (KUA). Allan menegaskan, keterlibatan KUA penting untuk memperkuat koordinasi dalam pencatatan akta pernikahan.
Saat ini, Disdukcapil Palembang memiliki sembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang masing-masing melayani dua hingga tiga kecamatan. Dengan keberadaan UPT tersebut, masyarakat kembali dapat mengurus dokumen kependudukan langsung di kecamatan.
Allan juga mengungkapkan bahwa Disdukcapil siap meluncurkan layanan digital Adminduk pada akhir November untuk memberi alternatif layanan cepat selain tatap muka.
Sementara itu, Sekda Palembang Aprizal Hasyim menegaskan bahwa administrasi kependudukan adalah elemen strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Administrasi yang rapi, akurat, dan terintegrasi menjadi acuan penting bagi kepala daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, termasuk untuk masyarakat miskin, kaum marginal, dan kelompok rentan,” kata Aprizal.
Ia menambahkan bahwa data kependudukan yang valid akan memudahkan warga memperoleh hak layanan seperti Kartu Keluarga, KTP, dan akta kelahiran, serta memastikan penyaluran program bantuan nasional tepat sasaran.
Aprizal meminta camat dan seluruh jajaran memperkuat koordinasi dan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan, termasuk kerja sama dengan KUA.
“Kami ingin pelayanan administrasi benar-benar menjangkau seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong penyediaan kendaraan operasional di kecamatan dan kelurahan untuk mempercepat layanan keliling.
“Petugas harus bisa menjangkau hingga ke lorong-lorong,” ujarnya.
Aprizal berharap sosialisasi ini menjadi pijakan dalam memperbaiki dan menertibkan dokumen kependudukan sebagai wujud pelayanan prima kepada masyarakat. (rilis)







